Hal yang Dibutuhkan untuk Berkarier di Bidang Ilmu Data

ilmu data
ilmu data

Profesi-profesi terkait teknologi dan data memang sedang naik daun di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia. Kini, banyak perusahaan yang sudah mulai sadar akan pentingnya tenaga kerja yang mampu membantu dalam mengolah data untuk kepentingan bisnis.

Salah satu profesi tersebut adalah di bidang ilmu data (data science). Menurut laporan Forbes, pada 2016 ada sekitar 2.600 lowongan kerja untuk ilmuwan data yang dibuka tiap bulan.

Hasil riset McKinsey Global Institute juga memprediksi, di tahun ini, jumlah itu akan meningkat jadi 200 ribu lowongan kerja.

Netty Setiawan dari tim data predictive analytic di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengungkap, kebutuhan ilmuwan data di bank swasta itu terus mengalami peningkatan seiring waktu.

Di tahun ini, kata Netty, kebutuhan ilmuwan data di BCA mencapai 50 orang, di 2019 diperkirakan menjadi 150 dan di 2020 akan naik menjadi 300 orang.

Lalu, hal apa saja yang perlu dipersiapkan untuk bisa terjun ke bidang tersebut?

"Di bidang ilmu data, ada profesi sebagai data warehouse, data analyst, dan data scientist. Untuk bisa masuk ke profesi itu, seseorang harus berasal dari lulusan matematika, statistik atau ilmu komputer. Ketiga jurusan ini bisa masuk," kata Netty di Jakarta Data Girsl (2/5) pada Smart-Money.

Kepala Data Manajemen BCA Dirgo Vanto menambahkan, profesi ini saat ini memang sangat menarik. Selain itu, untuk bidang ilmu data, komposisi pekerjanya tidak didominasi para pria seperti di bagian programming application.

"Untuk ilmu data, sekarang sudah 50:50 antara pria dan wanita," pungkasnya.