Hal yang Harus Diperhatikan dalam Ritme Kerja Startup

Bekerja di Startup
Bekerja di Startup

Para pionir startup atau perusahaan rintisan Go-Jek, Traveloka, serta Tokopedia menjadi contoh bagi banyak usaha baru. Bekerja di perusahaan rintisan pun menjadi salah satu dambaan bagi para milenial atau first jobber. Apakah kamu salah satunya?

Bagi kamu yang ingin melamar pekerjaan di perusahaan startup, ada baiknya kamu baca dulu aturan kerja di perusahaan rintisan sebelum mengirim CV. Apa saja? Berikut seperti dikutip Femina.

Proses Wawancaranya Lebih Fleksibel

Proses wawancara kerja di perusahaan rintisan tidak harus datang di jam kerja atau bahkan bertatap muka langsung di kantor perusahaan. Proses wawancara di perusahaan startup biasanya lebih fleksibel dan santai. Kamu juga bisa melakukannya lewat proses daring, seperti video-call interview atau justru bertemu di kedai kopi. Kamu pun tidak diwajibkan memakai sepatu heels dan baju formal, asalkan nyaman dipakai dan menarik untuk dilihat. Waktu yang ditentukan juga cenderung fleksibel, jam pulang kantor atau waktu makan siang.

Jawaban wawancara tetap harus dipersiapkan. Berbeda dengan perusahaan yang biasa memiliki daftar pertanyaan, perusahaan rintisan biasanya melemparkan pertanyaan yang lebih santai dan kreatif. Seperti cara kamu mencari solusi untuk sebuah masalah, atau hobimu ketika akhir pekan. Jawablah sejujur mungkin dan percaya diri.

Jam Kerja yang Lebih Bebas

Berbeda dengan perusahaan biasa yang jam kerjanya lebih teratur, di perusahaan startup, kamu biasanya memiliki jam masuk dan pulang yang lebih fleksibel. Kamu tidak harus bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Kekurangannya, kamu mungkin akan diganggu dengan permintaan oleh atasan atau klien di luar jam kerja - termasuk saat akhir pekan bila ada hal darurat yang ingin dibicarakan. Dengan begitu, kamu mungkin tidak bisa pulang tepat waktu setiap harinya. Kamu juga akan terbiasa dengan kerja lembur.

Siap dengan Perubahan Cepat

Ritme kerja di sebuah perusahaan startup cenderung sangat cepat sehingga kamu harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan mudah. Perubahan ini terjadi karena tren kebutuhan serta minat pasar yang terus berubah setiap waktu. Belum lagi faktor permintaan klien serta ide unik kompetitor yang membuatmu diharapkan berpikir kreatif dan berinovasi. Nah, bagi kamu yang memiliki banyak ide kreatif yang realis, hal ini tentu tidak menjadi masalah dan bisa membuatmu lebih bersemangat untuk terus mencari jalan keluar.

Bagi kamu yang sulit untuk menerima perubahan dan bekerja di bawah tekanan besar, hal ini mungkin justru terdengar sedikit menyebalkan. Jika kamu merasa tidak siap dengan perubahan dan lebih menyukai menghindari risiko, ada baiknya kamu memikirkannya dua kali sebelum melamar di perusahaan rintisan.

Multitasking dan Dinamis dalam Bekerja

Karena perusahaan startup biasanya masih merupakan perusahaan kecil dengan jumlah pekerja yang sedikit, kamu biasanya diminta untuk bekerja di luar tanggung jawab. Kamu bisa diminta untuk membantu divisi lain yang sedang kekurangan orang atau bahkan dipindahkan ke divisi lain dengan tanggung jawab baru yang berbeda. Sebenarnya kamu bisa saja menganggap hal ini sebagai sesuatu yang menarik karena kamu bisa bertemu dengan berbagai orang yang berbeda dan belajar banyak hal baru.

Mandiri dan Bertanggung Jawab

Bekerja di perusahaan startup berarti kamu akan belajar mengenai self-managed culture. Kamu akan lebih sering menjadi menjadi pihak yang menentukan sendiri deadline pekerjaanmu. Hal ini membuat kamu harus bisa mengatur ritme serta waktu kerja secara pribadi.