Halo Gen Z, Siap Bersaing di Dunia Kerja Tahun Depan?

Ilustrasi
Ilustrasi

Memasuki tahun 2020, gen Z akan menjadi generasi siap kerja secara global. Hal tersebut setidaknya terjadi di Amerika Serikat. Dilansir dari inc.com, 24,3 persen merupakan gen Z yang siap menjadi tenaga kerja yang bersaing secara global tahun depan.

Lantas, apakah kehadiran gen Z bisa memengaruhi pola dunia kerja secara global di masa mendatang. Berikut beberapa hal yang harus diketahui seputar gen Z menurut inc.com.

Cenderung Menghindari Risiko

Bila generasi milenial cenderung berganti pekerjaan dalam beberapa tahun, Gen Z cenderung menghindari risiko tersebut dan memilih bekerja lebih lama di satu perusahaan. Loyalitas gen Z tentunya menjadi kabar baik bagi para pengusaha. Hanya saja, untuk menjaga loyalitas tersebut, Gen Z harus diberikan keamanan finansial melalui kenaikan gaji dan promosi cepat untuk stabilitas jangka panjang.

Lebih Kompetitif dan Punya Keinginan Finansial Lebih Tinggi

Bila menelaah keinginan besaran penghasilan yang diinginkan gen Z terutama di Amerika Serikat, mereka cenderung menantikan imbalan keuangan yang besar dalam karier mereka. Mayoritas dari mereka percaya bahwa jenjang karier harus jelas dengan adanya promosi jabatan setiap tahun. Belum lagi, mereka juga menginginkan gaji yang terus meningkat.

Suka Berbicara Langsung

Bila milenial lebih senang berkomunikasi melalui teks, pesan instan, dan email, gen Z justru lebih menyenangi komunikasi tatap muka langsung. Hal tersebut disebabkan gen Z punya keberanian dan lebih ekspresif dalam mengemukakan pendapat.

Multitasker dan Tidak Terikat Jadwal Kerja

Sebagai generasi yang terlahir di era digital, gen Z memiliki bakat alami untuk melakukan berbagai hal dalam satu waktu atau multitasking. Dengan banyaknya peran yang bisa dilakukan gen Z, bisa saja dunia kerja pada 2020 lebih mementingkan satu orang multitasker dibandingkan bidang spesialis.

Selain itu, gen Z juga punya kecenderungan tidak suka terikat dengan agenda kerja yang monoton. Bagi gen Z, penggunaan perangkat seperti komputer desktop, smartphone, atau tablet, hanya sebagai pendukung kerja untuk mencapai tujuan mereka dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal ini membuat gen Z bisa bekerja fleksibel dan tetap produktif meski dari luar kantor.

Menggunakan Sosial Media Secara Berbeda

Jika milenial masih berpikir media sosial, seperti Facebook dan Twitter sebagai platform pendukung kerja, tidak demikian dengan gen Z. Mereka lebih menyukai YouTube, Snapchat, dan Instagram.

Saat gen Z masuk ke dunia kerja, bersiaplah untuk menguasai platform sosial media tersebut untuk memasarkan atau mempromosikan tempat kerja dan tetap terhubung meski terjadi lintas generasi.

Ingin Membuat Perbedaan

Sebagai generasi yang lahir di tengah situasi sosial dan ekonomi yang terus bergejolak, gen Z menganggap bahwa masuk dunia kerja berarti menjadi kesempatan mereka untuk membuat perbedaan. Perbedaan yang dimaksud adalah mereka ingin punya peran lebih banyak ketika bekerja di sebuah perusahaan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.