Haruskah Takut Pensiun Dini di Usia Muda? (2)

pendi
pendi

Beragam pilihan menanti seseorang di masa pensiun. Kamu bisa menikmati hidup dengan hanya mengelola keuangan atau berbisnis agar tetap ada penghasilan. Lainnya, memilih tetap bekerja, baik sebagai karyawan tetap atau paruh waktu, setelah menerima tawaran pendi dari perusahaan.

Di antara pilihan itu, menurut Prita, pengelolaan keuangan yang sudah ada, lebih tepat dipilih lantaran tidak semua karyawan mampu memiliki usaha. Bahkan, tidak semua orang bisa mengubah perilaku atau pola pikir dari karyawan menjadi pengusaha. Tapi, Jika masih bisa produktif, jadi pengusaha lebih baik.

Apa pun pilihannya, semua orang harus mampu mengelola keuangan dengan investasi. Ada sejumlah tahapan dalam mengelola keuangan sebelum memutuskan pendi, yakni evaluasi aset dan kewajiban, prioritas pengeluaran berdasarkan situasi rumah tangga, menghitung kebutuhan biaya hidup dan menentukan alokasi aset investasi.

"Ada satu prinsip yang tak boleh dilanggar begitu memasuki pensiun, lunasi utang. Haram ketika pensiun masih punya cicilan. Kalau mau pensiun dini, pastikan tak ada utang," tegas perencana keuangan independen Pandji Harsanto.

Sebagai informasi, pendi juga memungkinkan seseorang mendapat manfaat Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan pensiun (JP) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, asal sudah membayar iuran rutin selama 15 tahun bekerja.

Dana Cadangan

Pendi menjadi menakutkan karena banyak yang tak paham memanfaatkan dan mengelola dana pensiun yang mereka dapat. Padahal, perencanaan dan persiapan pensiun sangat penting agar tetap sejahtera. Untuk itu, utamakan penggunaan dana pensiun untuk melunasi seluruh utang.

Menurut hitungan Pandji, saat pensiun, pengeluaran seseorang bisa berkurang 30%-50%. Salah satunya karena cicilan sudah terbayar. Di samping itu, biaya transportasi dan sosialisasi juga jauh berkurang. "Setelah bayar utang, hitung, apakah sisa paket pensiun cukup untuk kebutuhan sehari-hari sampai akhir usia," kata Pandji.

Bila dana pendi tak cukup untuk melunasi seluruh utang, sebaiknya tunda pendi. Sebab, beban utang akan membuatmu tak bisa menikmati masa pensiun. Bila dana pendi masih kurang, kamu bisa berpikir untuk merintis bisnis agar tetap ada penghasilan.

"Untuk memodali bisnis, pertama-tama gunakan sekitar 10% dari paket pensiun karena setelah bertahun-tahun menjadi karyawan, belum tentu seseorang bisa langsung sukses saat berbisnis. Jadi, jangan habiskan paket pensiun sebagai modal bisnis karena terlalu berisiko," katanya.

Kemudian, pastikan selalu memiliki dana darurat senilai 6-12 kali pengeluaran bulanan. Jangan lupa untuk berinvestasi setelah punya dana darurat di instrumen investasi dengan risiko kecil seperti deposito, reksa dana pasar uang, atau logam mulia.

Bagaimana, masih takut pendi?