Jadi Freelancer, Ini Cara Menentukan Berapa Harga Jasa Kamu

Ilustrasi
Ilustrasi

Tanpa bos, tanpa jam kerja rutin, tanpa seragam, tanpa desak-desakan di transportasi umum, pokoknya ada banyak banget keuntungan menjadi freelancer. Gara-gara serba asyik inilah yang bikin anak muda kayak kita lebih senang jadi freelancer daripada karyawan office hour.

Tapi memang sih, jadi freelancer bukan tanpa kekurangan. Soalnya jadi seorang pekerja tanpa kantor itu harus pintar banget mengatur duit.

Ya habis bagaimana dong. Penghasilan mereka enggak menentu. Bulan ini bisa dapat proyek, bulan depan belum tentu. Bulan ini makan steak wagyu, bulan depan bisa cuma mi instan.

Seorang freelancer juga harus pandai mengatur simpanan dan investasi. Dia harus punya dana darurat, dana hari tua, asuransi sendiri, dan persiapan-persiapan lainnya.

Soalnya jika sesuatu terjadi padanya, siapa yang mau bayarin biaya dokter? Siapa yang talangin operasional mobil? Siapa yang mau kasih gratis semua servis? Enggak ada. Semua itu harus diurus sendiri.

Dan satu hal yang pasti, mereka tidak punya penghasilan tetap, tetapi punya pengeluaran tetap. Misalnya seperti bayar listrik, beli pulsa, makan, perlengkapan mandi dan cuci, dan keperluan lainnya macam kesehatan, transportasi, dan lain-lain.

Terus kenapa tetap banyak yang pilih jadi freelancer sih? Jawabannya simpel: (kalau dapat) proyekan mereka nilainya lumayan banget.

Ya ini dia. Yang perlu kamu tahu, freelancer itu kalau sudah punya skill, kreativitas, dan pengalaman, tenang saja deh. Peluang dapat proyeknya bakal lebih tinggi.

Tapi kadang ada saja lho yang masih bingung menentukan harga atau tarif jasa freelancer. Hal ini padahal bisa jadi kendala serius. Artinya jika kamu mematok harga terlampau tinggi, pasti klien pilih yang lain. Sebaliknya, jika terlalu rendah, klien akan mempertanyakan kualitas jasanya.

Nah, agar enggak dirugikan simak yuk patokan menentukan harga freelancer berikut ini.

1. Cari Tahu Pasaran dan Sesuaikan dengan Kemampuan

Pertama kamu harus aktif bertanya pada seniormu soal harga pasaran. Lalu cari tahu soal nilai proyeknya. Nah lihat harganya.

Soalnya ada yang menawarkan harga yang jauh dari pasaran. Ada juga proyek yang terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan beban kerja yang dijalankan. Nah, sebaiknya hindari deh proyek seperti ini.

Harga proyek itu bisa memengaruhi kinerja kita, lho. Soalnya kalau kamu tahu harganya enggak sesuai, bisa bikin mood kita malas-malasan untuk mengerjakannya.

Hal ini bisa berdampak buruk pada portofoliomu. Sudah energi habis, citramu jadi buruk karena jeleknya hasil kerjamu.

Jadi, selektiflah dalam memilih proyek. Cari tahu pasaran dan sesuaikan dengan kemampuan.

2. Waktu Penyelesaian Kerja

Selain nilai proyek, lihat juga waktu penyelesaian kerja. Biasanya sih freelancer bekerja dalam satu proyek dan dalam tenggat waktu tertentu. Ada yang harian, mingguan, atau ada juga yang bulanan.

Ini ada hubungannya dengan kemampuanmu tadi. Semakin sebentar tentu tingkat kesulitannya makin tinggi sehingga harganya juga akan berbeda dengan yang punya deadline lama.

Lain lagi bila proyek tersebut berupa event. Kamu bisa memasang harga dari per event yang diadakan. Lihat lagi, kalau proyek tersebut berlangsung lama, maka harus memasang harga sesuai dan komitmen untuk menunggu bayaran sampai waktu proyek selesai.

3. Jangan Pernah Pasang Harga di Bawah Pasaran

Setelah tahu harga pasaran, nilai proyek, hingga waktu penyelesaian, sekarang saatnya menilai kemampuan kamu. Ukur, bisa enggak kamu menyelesaikannya.

Dari situ, kamu akan tahu apakah bayaran yang ditawarkan layak atau tidak. Jika tidak, jangan lantas banting harga. Termasuk bagi pemula sekalipun.

Ingin mendapatkan klien yang banyak dalam waktu singkat melalui harga murah memang enggak ada salahnya. Tapi biasanya itu bukan freelancer, melainkan orang yang sekadar butuh kerja. Sebab seorang freelancer pada umumnya tahu ukuran kemampuannya sehingga dapat memasang harga yang kompetitif.

Ingat, poin pertama tadi, harga murah sebenarnya melahirkan pertanyaan dan keraguan pada klien apakah benar freelancer yang akan mereka ajak kerja sama punya kualitas oke.

4. Harga Tinggi Bukan Masalah

Sekali lagi, demi kebaikan dan memberi garansi pada kemampuan yang kita miliki, tidak ada salahnya menaruh tarif kerja yang tinggi. Meski terdengar agak gengsi dengan yang lain, terkadang hal ini penting karena berhubungan dengan keahlian, kreativitas, dan nilai tambah dari pekerjaan kamu.

Tapi ingat, memberi harga tinggi itu berarti kamu harus memberi poin plus pada pekerjaan dan sebanding dengan kreativitas. Kamu harus bisa menjamin kepada pemberi kerja bahwa dengan tarif tinggi pekerjaan akan baik dan cepat selesai dibanding dengan freelancer yang lain.

5. Optimistis dan Percaya Diri

Selanjutnya, saat sudah berani memberi harga tinggi dan menjanjikan komitmen serta hasil yang bagus, sekarang tinggal optimistis dan percaya diri. Yakinlah pada keahilan dan kemampuan yang kamu miliki.

Seiring berjalannya waktu, harga yang kamu tentukan dari proyek ini bisa menarik perhatian orang lain yang juga ingin jasa kamu. Bisa jadi, klien juga akan mengontakmu lagi saat proyek ini selesai untuk mengerjakan proyek lainnya.

Singkat kata, harga freelancer memang tergantung pada kreativitas dan keahlian. Jadi asahlah kemampuanmu dulu, baru berani pasang harga tinggi. Tapi jangan kaget ya pas dapat harga tinggi.

Jangan kayak orang kesurupan liat rekening tiba-tiba jadi banyak. Enggak main-main lho, malah kadang ada yang bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta.

Kalau dapat segitu, ingat lagi soal manajemen uang seperti di atas tadi. Menabunglah dan berinvestasi. Kamu bisa melatih disiplin mengolah uang dengan tabungan berencana. Cobalah Tahapan Berjangka di BCA.

Kenapa BCA? Soalnya setoran awalnya ringan banget, mulai Rp500 ribu per bulan. Sudah begitu suku bunganya juga di atas tabungan reguler. Enaknya lagi, semua bisa kamu kontrol dengan memanfaatkan fasilitas e-statement via KlikBCA.

Klik di sini untuk lihat cara buka Tahapan Berjangka BCA di KlikBCA.

Tapi yang penting, pastikan dulu sudah aktif fitur finansialnya. Aktivasi KlikBCA kamu di sini.

Untuk investasi, enggak usah pusing-pusing lagi. Sekarang sudah ada aplikasi WELMA, aplikasi investasinya anak muda yang cocok buat kamu yang mau mulai berinvestasi.

Aplikasi ini sudah tersedia untuk Android & iOS dan bisa diunduh secara gratis.

Kenalan sama WELMA melalui tautan ini.