Jadi Syarat Minimal, Ini Top Soft Skill yang Harus Kamu Kuasai

Ilustrasi
Ilustrasi

Celetukan “ijazah doang enggak cukup untuk sukses” memang ada benarnya lho. Di era disrupsi seperti sekarang, persaingan usaha maupun di lapangan pekerjaan makin kompleks dan ketat.

Penguasaan hard skills yang didapat dari universitas, politeknik, maupun kursus ternyata dianggap belum cukup untuk menjamin kesuksesan seseorang. Dibutuhkan tambahan skill untuk menunjang hard skills yang sudah dimiliki.

Nah, tambahan skill ini sering disebut soft skill. Perbedaan keduanya, bila hard skill terkait keahlian utama terkait pekerjaan tertentu, soft skill berkaitan dengan kepribadian dan perilaku.

Tahukah kamu, dari rilisan LinkedIn, lebih dari 20 juta lowongan pekerjaan yang diunggah mencantumkan soft skill sebagai salah satu syarat untuk melamar pekerjaan. Ini artinya, soft skill sudah jadi bagian tak terpisahkan untuk bisa mencapai kesuksesan.

Lalu, soft skill seperti apa yang bisa menunjang kesuksesan?

Jawabannya: kreativitas. Soft skill ini menjadi nomor satu yang wajib dimiliki setiap orang untuk bisa sukses. Baik sebagai pekerja kantoran maupun entrepreneur.

Kreativitas akan membantumu dalam menciptakan ide-ide segar untuk tetap kompetitif di era disrupsi ini. Bukan itu saja, kreativitas juga bisa digunakan untuk memecahkan beragam permasalahan yang muncul.

Pentingnya soft skill ini bisa kamu lihat dari laporan World Economic Forum. Dari 2002 hingga 2015, industri kreatif—seperti film, fesyen, desain, kuliner—berkembang pesat. Valuasi industri kreatif dunia bergerak dari US$208 miliar menjadi US$509 miliar. Bahan baku industri ini, ya, kreativitas.

Lihat juga pelaku-pelaku industri kreatif, seperti sutradara Bong Jon-ho dan Tom Quinn, bos NEON yang mendistribusikan film Parasite. Berkat kreativitas keduanya, film Parasite yang berbujet rendah, yakni US$11 juta, bisa meraup cuan hingga US$131,4 juta.

Itu hanya salah satu contoh kecil saja. Masih banyak contoh kesuksesan yang ditunjang oleh kreativitas, seperti Jeff Bezos dalam membangun kerajaan Amazon serta Reed Hastings dan Marc Randolph membangun platform streaming Netflix. Maka, tak heran bila LinkedIn menyebut kreativitas merupakan top skill yang harus dipunyai tiap orang untuk bisa sukses.

Kreativitas memang tidak diajarkan di sekolah maupun universitas. Namun, soft skill ini tetap bisa kamu pelajari.

Dikutip dari MarketWatch, cara meningkatkan kreativitas dengan memberi tantangan kepada diri sendiri. Bisa dengan mempelajari bahasa baru, motoran ke daerah terpencil, menjadi relawan, membaca buku-buku fiksi, dan melakukan sesuatu di luar zona nyamanmu.

Pengalaman-pengalaman tadi bisa membantu memperluas pola pikir, belajar dari kesalahan, dan jujur kepada diri sendiri. Dengan begitu, kreativitasmu pun meningkat. Kamu bisa melihat suatu peristiwa dari sudut pandang berbeda, bisa memecahkan masalah, dan menciptakan ide-ide baru nan segar.

Bagaimana denganmu? Sudah siap mempelajari dan meningkatkan soft skill kreativitas?