Jangan Lantas Bersedih Bila Gagal Capai Target

Mengejar Target
Mengejar Target

Tujuan melakukan perencanaan tentunya adalah untuk mencapai target tertentu. Dalam perjalanannya, tentu ada kalanya kamu akan senang ketika target tercapai. Namun, ketika target tidak tercapai, bagaimana reaksi kamu?

Dalam manajemen, pembuatan perencanaan harus sistematis dan wajib evaluasi secara berkala. Langkah ini akan memastikan sejauh mana realisasi target. Namun, ketika gagal, Ahli Strategi Avery Blank punya saran seperti dikutip Forbes.

Realistis

Salah satu ciri orang sukses adalah tahu batas. Jadi, ketika melangkah, dia sudah melakukan banyak perhitungan. Begitu pula dalam mengejar target, harus paham dan ada batas yang realistis.

Demikian, ketika kamu sudah berusaha sekuat tenaga namun ternyata gagal, setidaknya kemungkinan itu sudah masuk perhitungan dan kamu bisa belajar dari kegagalan itu.

Target Terukur

Identifikasi tiap langkah dalam meraih target. Koreksi tiap langkah yang kamu rasa tidak realistis. Buat agar tiap langkah mudah dikerjakan dan bisa mendekatkanmu pada target. Demikian, kamu bisa melihat target menjadi hal yang tidak terlalu besar.

Berbagi dengan Mentor

Sudah punya mentor dalam mengejar karier? Diskusikan kegagalanmu pada mentor. Ceritakan dan mintalah masukan untuk mendapat sudut pandang baru. Demikian, siapa tahu kamu bisa mendapat metode baru yang lebih efektif dan efisien sesuai gayamu.

Jangan Antikritik

Menceritakan target masa depan pada orang lain memang mudah. Namun, jarang yang mau membicarakannya ketika target itu gagal. Padahal, berbagi kisah dengan teman atau rekan juga bisa menjadi ajang yang positif.

Siapa tahu temanmu pernah mengalami kondisi yang sama. Dus, kamu bisa memetik pelajaran dari cara dia menyelesaikan masalah itu. Jadi, kamu harus cerdik dalam melihat situasi dan peluang agar kesempatan mencapai sukses semakin besar.