Kebiasaan Buruk yang Harus Dibuang di 2019

Kebiasaan Buruk
Kebiasaan Buruk

Awal tahun, waktunya berbenah diri dan mereview perjalanan karier sepanjang tahun lalu. Saatnya berhenti mengulangi kesalahan yang sama dan mengeliminasi semua kerikil pengganjal yang mengganggu kariermu.

Seperti yang dikutip dari Inc Asean ada beberapa kebiasaan buruk yang harus kamu eliminasi demi kemajuan karier. Cek daftar berikut dan siap-siap untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan buruk ini untuk karier lebih cemerlang.

Berhenti Bekerja Lembur

Gallup Index menyebutkan 57% pengusaha di US bekerja enam hari seminggu. Dua puluh persen di antaranya bahkan bekerja tujuh hari seminggu atau setiap hari. Kebiasaan bekerja lembur ini tidak baik untukmu karena akan membuatmu kelelahan dan akhirnya justru malah tidak produktif.

Sesekali lembur bisa ditoleransi, tapi jika setiap hari? Mulailah menyusun strategi bekerja lebih efisien supaya kamu nggak perlu lembur setiap datang ke kantor.

Berhenti Mengecek Email

Kerja efektif dan efisien berarti memfokuskan dirimu pada apa yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Ketahuilah bahwa bekerja sambil mengecek email atau membalas percakapan itu tidak efektif. Supaya pekerjaan tidak terganggu dengan hal-hal kecil yang menghambat, buatlah waktu reguler mengecek email, misalnya setiap 10 menit sekali untuk mengecek tugas dan membalas semua email yang masuk.

Berhenti Melakukan Multitasking

Melakukan banyak hal dalam satu waktu tidak membuatmu menjadi lebih produktif. Kamu justru akan kehilangan banyak waktu karena menjadi tidak fokus. Lebih baik kerjakan tugasmu satu persatu hingga tuntas.

Jangan Sering Khawatir Berlebih

Hilangkan keraguan dalam pikiranmu tentang semua hal buruk. Jauhi dirimu dari pikiran negatif seperti "Bagaimana bila hal buruk terjadi?" atau "Langkah terbaik apa yang harus dilakukan bila rencana ini gagal?" Kekhawatiran seperti ini hanya akan membunuhmu. Sesekali rasa khawatir yang muncul baik supaya kamu bisa mempersiapkan rencana cadangan jika hal buruk terjadi pada masa depan. Namun, jika kekhawatiran hadir berlebih justru malah menjadi penghalang buatmu untuk bergerak.