Momen Lebaran Buat Self Healing Aja, Ini Tipsnya

Ilustrasi
Ilustrasi

Setiap orang tentu pernah merasakan yang namanya kecewa. Efeknya mungkin beda-beda. Ada yang biasa saja sehingga gampang move on, tapi ada juga yang terpukul banget sampai kepikiran berhari-hari.

Penyebabnya juga macam-macam. Tapi rata-rata mereka kecewa karena kenyataan yang terjadi enggak sesuai sama yang diharapkan.

Ujung-ujungnya, mereka yang kaget rencananya gagal jadi terpuruk. Mereka juga cenderung menyalahkan diri sendiri dan malas untuk memulainya lagi.

Pertanyaannya sekarang? Ada enggak sih cara biar cepat move on dan bangkit?

Harus diakui memang kalau menerima kegagalan dari apa yang kita harapkan itu susahnya ampun-ampunan. Apalagi kalau kita malah membandingkan dengan orang lain.

Tapi bagaimanapun juga, luka atas kegagalan enggak boleh selamanya bertahan di dalam diri. Sebab trauma yang membekas sebenarnya bisa kita sembuhkan dengan langkah self healing.

Apa sih self healing? Kalau bahasa sederhananya, self healing itu berarti kita berdamai dengan diri sendiri supaya rasa kecewa yang membekas hilang tergerus waktu.

Kenapa Kita Harus Self Healing?

Nih ya, biar serius dikit. Self healing dalam psikologi itu bagus banget buat menyembuhkan luka batin, baik yang diakibatkan oleh diri sendiri maupun orang lain. Tujuannya tentu saja buat memahami diri sendiri apakah kita orangnya gampang menerima dan memaafkan, sehingga secara enggak langsung bakal nuntun kita gampang bangkit.

Self healing juga melatih kita berpikir positif dan menerima sisi ketidaksempurnaan kita sebagai proses penyembuhan. Enggak bisa instan sih, tapi jauh lebih baik daripada ngegalau terus. Enggak pengen kan galau selamanya?

Bagaimana Caranya Self Healing?

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah self-acceptance alias atau belajar menerima keadaan diri seutuhnya. Latihlah dengan bersyukur.

Ingat-ingat saja kalau kita ini bukan makhluk sempurna. Pasti ada kalanya salah dan gagal. Itu manusiawi banget. Kalau di tahap ini kamu berhasil, selanjutnya gunakan kegagalan tadi sebagai bahan evaluasi.

Evaluasi ini sangat kamu butuhkan buat move on. Pacu lagi dirimu dan ingatkan bahwa hidup itu jalan ke depan, bukan sebaliknya.

Maafkan Dirimu dan Maafkan Orang Lain

Mumpung pas Lebaran, manfaatkan momen ini buat memaafkan diri kita dan orang lain. Dengan memaafkan, hati jadi lega—dan minimal: komitmen untuk menyudahi rasa sakit mulai muncul.

Cara memaafkan itu bukan dengan mengungkit penyesalan. Biasanya kalimatnya begini:

“Duh, harusnya aku enggak pilih itu”

“Benar juga ya, kenapa sih aku malah melakukan itu”

“Bodohnya aku”

dan lain-lain…

Jadi berhentilah mengoreksi dan mengkritik diri sendiri. Penyesalan memang selalu datang belakangan, tapi ini cuma bikin kita jadi terus-terusan menyesal dan menyalahkan diri sendiri.

Selanjutnya seperti dibahas sebelumnya, berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Cukup sesekali dan baiknya digunakan untuk memotivasi bukan mendemotivasi.

Kalau Upaya Self Healing Gagal?

Ini dia, Guys. Self healing juga bisa gagal—dan ini fakta. Sebab self healing itu enggak instan, alias butuh waktu.

Artinya, kamu juga harus punya tekad, niat, dan kesabaran yang kuat banget. Ingat, pengusaha sukses itu pasti pernah jatuh—dan mereka butuh waktu lama untuk bangkit dan bersinar.

Ya biar gampang kita pakai analogi naik sepeda deh. Saat kita jatuh dari sepeda, mungkin kamu akan berpikir: “Duh kok saya bisa jatuh?” atau “Kenapa sih saya lewat situ”.

Namun setelah itu apa iya kamu jadi enggak bisa naik sepeda? Enggak gitu, kan? Malah mungkin bisa jadi kamu makin lancar naik sepedanya.

Intinya, masing-masing orang tentu punya masa-masa kecewa. Namun momen untuk bangkit pun akan selalu ada.

Kita bisa mulai dari Lebaran tahun ini.

Yuk saling memaafkan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Selamat Idul Fitri 1441 H.