Pakar HRD: 4 Hal yang Sebenarnya Tidak Perlu Ada di Curriculum Vitae

Dalam membuat CV, ada yang sebenarnya tidak perlu dicantumkan tapi sering dilakukan banyak orang.
Dalam membuat CV, ada yang sebenarnya tidak perlu dicantumkan tapi sering dilakukan banyak orang.

Saat melamar kerja, salah satu dokumen wajib yang harus disiapkan adalah Curriculum Vitae atau CV. Dokumen ini berisi informasi detail mengenai data diri seperti nama lengkap, alamat, tempat tanggal lahir, hingga latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja.

Sebenarnya tidak ada batasan panjang CV atau riwayat hidup ini. Yang terpenting adalah bagaimana sebuah CV bisa memuat semua informasi untuk menggambarkan pengalaman akademis dan profesional kamu.

Namun enggak semua harus ada dalam sebuah CV. Berikut bocoran dari Pakar Career Development, Samuel Ray.

1. Agama

Memang sudah menjadi kebiasaan kita mencantumkan agama saat mengisi biodata. Sebab banyak dokumen kenegaraan mengharuskan kita memasukkan agama.

Tapi kalau dipikir lagi, menurutmu penting enggak sih mencantumkan agama? Misalnya saat kamu melamar jadi akuntan, sales, atau staf administrasi, apakah agama menggambarkan prestasimu?

2. Moto Hidup

Mungkin maksudnya baik, yakni supaya kita terlihat punya motivasi dan cara pandang tertentu. Namun secara tidak sadar, memasukkan moto hidup di CV sebenarnya justru menonjolkan subjektivitas kamu.

Misalnya kamu menggunakan moto hidup dari Steve Jobs, apakah HRD juga suka dengan Steve Jobs? Itulah kenapa sebaiknya kita membuat CV seobjektif mungkin.

3. Energy Bar

Layaknya karakter games, energy bar di sini artinya nilai kemampuan yang digambarkan dalam angka atau skor. Misalnya Microsoft Word 100, bahasa Inggris 80, Power Point 90, dan lain-lain. Hal ini pun sebenarnya sarat akan subjektivitas.

HRD sulit percaya begitu saja apakah benar skill bahasa Inggris kamu nilainya 100, apakah benar kamu lihai di Power Point, dan sebagainya. Selain itu, standar penilaian setiap HRD tentu berbeda. Misalnya ada yang mengganggap 70 itu cukup, ada yang bilang itu sangat jelek, dan seterusnya.

Daripada demikian, jauh lebih baik kamu melampirkan sertifikat dari lembaga pelatihan yang banyak diketahui orang. Misalnya nilai TOEFL, dan lain-lain.

4. Foto

Menurut Samuel Ray atau yang biasa disapa Ko Sam, foto ternyata salah satu elemen yang tidak perlu di dalam CV. Tapi poin ini ia akui menuai unsur pro dan kontra. Sebab memang ada lowongan-lowongan yang secara eksplisit membutuhkan foto kandidat. Tapi ketika tidak diminta, apakah perlu mencantumkan foto?

"Tentunya kita ingin rekruter bisa fokus pada siapa kita secara profesional. Bukan fokus pada panjang rambut kita, dasi kita yang mungkin kurang lurus, atau lighting foto kita yang kurang bagus," katanya.

Itulah tadi 4 hal yang sebenarnya tidak perlu ada dalam sebuah CV. Yuk buat CV yang menarik dan profesional.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.