Peluang & Tantangan Bila Memilih Karier Sebagai 'Data Scientist'

data scientist
data scientist

Profesi sebagai ilmuwan data (data scientist) nampaknya semakin bersinar. Terlebih lagi, di era padat data seperti saat ini, banyak perusahaan menggunakan hasil analisis yang diberikan ilmuwan data untuk bisa tetap bersaing di pasar.

Hal ini juga terlihat dari kegiatan Apple, Oracle, Microsoft, yang secara berkala terus membuka lowongan kerja untuk posisi tersebut. Menurut laporan Forbes, pada 2016 ada sekitar 2.600 lowongan kerja untuk ilmuwan data yang dibuka tiap bulan.

Hasil riset McKinsey Global Institute juga memprediksi bahwa pada tahun ini, jumlah tersebut akan meningkat menjadi 200 ribu lowongan kerja. Agar tidak kalah dengan para kandidat pria, sebagai wanita kamu bisa mulai dengan menyiapkan diri dengan kemampuan yang memang dibutuhkan.

"Ada tren menarik dari kebutuhan para perusahaan akan calon karyawannya. Untuk hard skill, kuasai analitik, riset, mesin pembelajar, statistik, Hadoop, dan sejenisnya. Soft skill seperti kemampuan untuk memimpin, komunikasi, belajar, berpikir kritis, bekerja dalam tim juga perlu diperhatikan," papar Rob Sentz, CIO lembaga riset pemasaran Emsi seperti dikutip Forbes.

Rob melanjutkan, sebuah bisnis butuh ilmuwan data manusia, bukan robot. "Ilmuwan data adalah karier yang dibangun berdasarkan banyak soft skills," katanya.

Kamu juga bisa mendapatkan gambaran lebih lanjut mengenai ilmuwan data di Jakarta Data Girls. Jadi, segera daftar dan cari sendiri jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benakmu.

MORE FROM MY SITE