Penelitian Ungkap Perasaan Bosan Ternyata Baik untuk Karier

Ilustrasi
Ilustrasi

Setiap orang tentu pernah mengalami bosan. Bosan dengan rutinitas, bosan dengan keadaan, dan lain-lain. Namun memiliki rasa bosan rupanya tidak selalu jadi hal buruk.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa memiliki rasa bosan ternyata baik untuk karier. Kok bisa? Kita bahas yuk.

Pernyataan ini terungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Academy of Management Discoveries. Dikutip dari Times, rasa bosan pada seseorang ternyata ada manfaat dalam karier. Apa saja?

1. Kebosanan memicu kreativitas

Pada intinya, kebosanan adalah "pencarian stimulasi saraf yang tidak memuaskan," kata Dosen Psikologi Senior di University of Central Lancashire di Inggris, Sandi Mann. "Jika kita tidak dapat menemukannya, pikiran kita akan menciptakannya."

Kebosanan dapat mengaktifkan kreativitas dan pemecahan masalah dengan membiarkan pikiran mengembara dan melamun. Tentu saja ini berarti baik bagi kariermu.

"Tidak ada cara lain untuk mendapatkan rangsangan itu, jadi kamu harus masuk ke kepala kamu," kata Mann. Seseorang mungkin terkejut dengan apa yang ia dapatkan saat melakukannya.

2. Kebosanan baik untuk kesehatan mental

Melamun saat bosan bisa memberikan pelarian singkat dari kehidupan sehari-hari. Selain itu, melamun saat bosan juga bermanfaat untuk sedikit menjauh dari layar, pekerjaan, dan stres lainnya.

Alat-alat modern termasuk email kantor, media sosial, dan aplikasi lainnya sebenarnya dapat membebani kesehatan mental. Jadi, istirahat dengan melamun saat bosan dapat menjadi kesempatan berharga untuk memulihkan tenaga.

3. Kebosanan bisa jadi patokan bahwa ada sesuatu yang tidak beres

Profesor Andreas Elpidorou, selaku filosofis dan peneliti, menjelaskan dalam sebuah artikel jurnal psikologi bahwa kebosanan bisa berlaku sebagai indikator efektivitas suatu proyek atau pekerjaan.

Menurutnya, dengan tidak adanya kebosanan, seseorang akan tetap terjebak dalam situasi yang tidak memuaskan. Selain itu juga akan kehilangan banyak pengalaman emosional, kognitif dan sosial yang bermanfaat.

Kebosanan adalah peringatan bahwa kita tidak melakukan apa yang ingin kita lakukan. Ini bisa juga menjadi tanda bahwa kita butuh motivasi lebih atau yang lain dari biasanya.

4. Kebosanan dapat mendorong produktivitas

Para ahli di Universitas Bar-Ilan baru-baru ini menemukan bahwa melamun saat bosan juga memiliki efek positif pada kinerja tugas. Mereka menemukan bahwa aktivitas ini tidak membahayakan kemampuan seseorang untuk berhasil pada tugas yang mereka dapatkan, tapi malah lebih membantu penyelesaiannya.

Itulah tadi sejumlah manfaat memiliki rasa bosan yang mungkin tidak kamu sadari bermanfaat untuk kariermu. Sekali lagi, bosan bisa dialami siapa saja. Bahkan oleh orang yang super sibuk dan telah berada di kesuksesan di atas rata-rata pun bisa mengalaminya.

Meskipun ada dari beberapa mereka mengatakan bahwa mereka tidak mungkin merasa bosan, karena selalu mengisi dengan sesuatu kegiatan yang bermanfaat atau produktif, proses pencarian kegiatan bermanfaat selanjutnya itu sebenarnya dilakukan dalam keadaan bosan dengan kondisi sebelumnya.

Jadi jangan cepat-cepat menyimpulkan bahwa bosan itu hal yang buruk ya. Sebab seperti kata penelitian di atas, terkadang kamu juga perlu merasa bosan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.