Pentingnya Personal Branding Biar HRD Langsung Naksir

Ilustrasi
Ilustrasi

Di era serba-informasi seperti sekarang ini, personal branding menjadi sangat penting. Personal branding yang baik akan memudahkanmu dalam berkarier maupun berbisnis.

Namun pernahkah kamu merasa enggak pede alias percaya diri pada personal branding-mu? Kamu enggak yakin apakah yang sudah kamu buat itu baik dan efektif atau malah lebay dan halu?

Mengecek personal branding sebenarnya mudah. Misalnya, kamu bisa googling dirimu sendiri di mesin pencari.

Cek informasi apa saja yang keluar di situs mesin pencari itu. Dari informasi tadi, cek apakah personal branding-mu sesuai dengan yang ingin kamu bentuk atau tidak?

Nah, beberapa HRD melakukannya lho. Bahkan ada yang menilai seseorang dari akun media sosialnya. Hal ini pun dilakukan investor pada calon partner bisnisnya.

Jadi ya seperti sudah disebutkan tadi, personal branding sangat penting di era sekarang. Bahkan, saat ini personal branding menjadi fundamental dalam mendapatkan pekerjaan atau mendapatkan investor dalam berbisnis.

Dari riset CareerBuilder pada 2018, 70% HRD di perusahaan biasanya menggunakan media sosial untuk mengecek calon karyawan yang melamar di perusahaan. Sebanyak 43% lainnya mengecek media sosial untuk mengecek karakter karyawan yang sudah bekerja. Personal branding yang baik akan menjamin pekerjaan di perusahaan.

Hal sama juga terjadi dalam berbisnis. Untuk mendapatkan investor, kamu juga perlu memperlihatkan reputasi bagus, baik secara daring maupun luring. Bila tidak, kamu bisa kehilangan kesempatan mendapatkan pendanaan dari investor.

Mengembangkan personal branding ini enggak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu untuk terus konsisten membentuk jenama diri yang kamu inginkan. Selain itu, juga butuh napas panjang untuk terus fokus membentuknya.

Beberapa contoh tokoh yang memiliki personal branding baik adalah Oprah Winfrey, Richard Branson, Marie Forleo, dan Gary Vaynerchuk. Oprah, misalnya, personal branding miliknya ditaksir Forbes punya nilai sebesar US$2,5 miliar.

Untuk menciptakan personal branding seperti itu, Oprah terus konsisten dengan kompetensi yang ia punya. Ia mampu menginspirasi audiensnya untuk memahami potensi yang mereka punya.

Oprah juga tidak menutup-nutupi dirinya bila berada di media sosial maupun di depan layar. Ia jujur dan menjadi diri sendiri seperti apa adanya.

Kamu tentu enggak harus seperti Oprah. Namun, kamu bisa mempelajari cara Oprah membangun personal branding. Tetap konsisten membentuk citra di dunia digital dan yang terpenting citra yang kamu tampilkan harus jujur, apa adanya, dan autentik. Seiring berjalannya waktu, personal branding yang kamu ciptakan akan membantumu dalam karier maupun bisnis.