Peranan HR di Era Industri 4.0

Ilustrasi pentingnya HR di era Industri 4.0
Ilustrasi pentingnya HR di era Industri 4.0

Cari pekerjaan sulit? Lowongan yang muncul di situs pencari kerja lebih banyak dari perusahaan yang berhubungan dengan teknologi? Jika gejala ini sudah kamu rasakan, maka kamu harus tahu bahwa sekarang memang eranya industri 4.0.

Di zaman yang juga dikenal dengan zaman otomatisasi ini terkesan mereka yang memiliki skill dan pengalaman di bidang teknologi lebih diutamakan.

Hal ini memang tak terelakkan, tapi bukan berarti menakutkan. Jangan juga terjebak dalam pola pikir bahwa mesin akan menggantikan peran manusia. Jauh dari itu, pertanyaannya sekarang, apa yang bisa kamu siapkan dalam menghadapi era industri keempat ini.

Hal ini diamini HR Director BCA, Lianawaty Suwono. Menurutnya, Industri 4.0 berarti era ketika sumber daya manusia sudah harus berpikir secara cepat dan fleksibel.

"Para tenaga kerja di industri harus bisa membangun dan meningkatkan kompetensi diri, termasuk kemampuan dan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi," katanya dalam acara BCA Young Community.

Liana yang sudah berpengalaman puluhan tahun di bidang pengembangan manusia, melihat ada perubahan signifikan mengenai kriteria SDM yang dibutuhkan sebuah perusahaan dalam menghadapi kemajuan teknologi. Peningkatan kemampuan dan pengetahuan pekerja harus senantiasa digenjot.

Untuk memastikan ketersediaan SDM yang berkualitas dan tepat waktu, perusahaan perlu memastikan adanya tim HR yang dapat berperan sebagai pendamping yang melancarkan bahkan mendorong pencapaian bisnis perusahaan.

Tim HR harus mampu menjalankan beberapa peranan inti berikut :

· A Creative Marketer
Kreatif dalam merancang strategi-strategi untuk menarik calon karyawan, serta mempertahankan karyawan

· A Excellent Service Officer
Pelayanan kebutuhan karyawan yang cepat dan tepat

· An Agile Catalyst
Memampukan orang lain dengan cara-cara pengembangan yang lincah

· A Corporate Value Gate Keeper
Penjaga gawang seleksi SDM yang selaras dengan value/nilai perusahaan.

· A Culture Champion
Role model culture perusahaan dan mampu menularkan dengan tepat

· A People Relater
Penghubung dan perekat independen antar individu/tim

· A Change Agent
Seorang yang memotori perubahan yang diinginkan dapat terwujud

· A Coach for Milennial
Pembimbing untuk milenial

· A Buddy for Leaders
Partner atau teman dan pendamping bagi para pemimpin.

Dengan menjalankan peran-peran tersebut berdampingan dengan para pelaku aktif di perusahaan, niscaya perusahaan akan mampu bertahan dalam persaingan di era modern.