Pertanyaan-pertanyaan yang Seharusnya Kamu Tanyakan saat Wawancara Kerja

Ilustrasi wawancara kerja
Ilustrasi wawancara kerja

Dalam benak job seekers, proses wawancara kerja selalu diidentikkan dengan penggalian potensi oleh HRD ke kandidat karyawan. Makanya, banyak yang mempersiapkan diri dengan berlatih memberikan jawaban yang tepat dari pertanyaan yang bakal diajukan perekrut.

Memang, saat kita menjalani sesi wawancara kerja, pihak perekrut akan lebih mendominasi. Sebab, mereka menginginkan kandidat yang bertalenta dan tepat untuk perusahaannya.

Meski begitu, sebagai pencari kerja, sebenarnya kamu pun berhak untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada HRD. Kamu juga perlu mengetahui seluk-beluk perusahaan yang mungkin saja akan menerimamu sebagai karyawan.

Namun sayangnya, enggak banyak yang berani mengajukan pertanyaan. Hal ini lebih disebabkan rasa takut atau dianggap tidak sopan.

Padahal, di perspektif HRD, calon karyawan yang tidak bertanya apa pun justru mengurangi nilai. Namun tentu saja, kamu tidak bisa sembarang mengajukan pertanyaan. Kamu harus pandai memilih pertanyaan yang tepat.

Nah, menurut Atta Tarki—pendiri dan CEO ECA Partners (perusahaan perekrut karyawan baru)—ada tiga pertanyaan tepat yang bisa kamu ajukan saat sesi wawancara kerja. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantumu menaikkan daya tawar di mata perusahaan yang kamu incar.

1. Bisa dijelaskan contoh orang yang mengisi pekerjaan ini sebelumnya dan kenapa dia enggak cocok?

Pertanyaan ini bisa kamu gunakan untuk membaca tipe karyawan yang dicari perusahaan dan tipe kepemimpinan di perusahaan itu.

Bila manajer HRD mendeskripsikan tipe seseorang yang mirip denganmu, sebaiknya kamu pikir ulang bekerja di sana sekalipun pekerjaan itu tepat buat kamu. Kamu bisa saja tidak cocok bekerja di sana.

Nah, bila manajer HRD memberi jawaban yang kurang spesifik, seperti “dia sangat malas” atau “saya tidak pernah tahu apa yang dikerjakan selama ini”, lebih baik juga tinggalkan lowongan itu. Sebab, jawaban itu sudah menjadi tanda bila kepemimpinan di perusahaan buruk.

2. Berapa sering perusahaan memberi kenaikan gaji dan berdasarkan apa kenaikan itu?

Mendiskusikan soal uang atau gaji di awal sesi wawancara selalu tricky. Kebanyakan kandidat menghindari menanyakan soal gaji saat sesi wawancara berlangsung. Mereka memilih menunggu pihak perusahaan membuka penawaran.

Menanyakan pertanyaan ini memang butuh keberanian. Namun, tetap patut dicoba. Bila manajer HRD tertarik denganmu, ia akan membuka penawaran gaji yang kompetitif. Selain itu, manajer HRD akan menjelaskan struktur kenaikan gaji—yang biasanya berdasarkan evaluasi kerja.

3. Adakah fasilitas pengembangan skill yang diberikan perusahaan?

Jangan takut menanyakan soal fasilitas pengembangan skill. Sebab, banyak manajer HRD maupun perusahaan lebih mengapresiasi kandidat yang concern dengan perkembangan skill. Dengan begitu, kandidat nantinya juga punya nilai lebih dan bisa berkontribusi terhadap perusahaan.

Percaya atau tidak, sebenarnya kebanyakan perusahaan tidak ingin karyawannya berhenti di level dan jabatan yang sama selamanya. Mereka juga ingin karyawannya berkembang dan menduduki jabatan strategis di perusahaan.

Nah, lewat tiga pertanyaan tadi, selain bisa menaikkan daya tawar, kamu juga bisa mengetahui apakah perusahaan yang sedang kamu lamar cocok denganmu atau tidak.

Kebetulan BCA sedang banyak lowongan pekerjaan. Siapa tahu pekerjaan-pekerjaan yang dibuka BCA cocok denganmu. Informasi loker BCA, kamu bisa cek di tautan ini. Jangan lupa pula praktikkan bertanya tiga pertanyaan tadi ya.