Serba-serbi tentang Polwan yang Perlu Kamu Tahu

Ilustrasi Polwan Indonesia (Sumber: IG Polwan_Official)
Ilustrasi Polwan Indonesia (Sumber: IG Polwan_Official)

Setiap 1 September, Indonesia memperingati Hari Polisi Wanita (Polwan). Peringatan ini diberikan untuk mengenang lahirnya angkatan pertama polwan pada 1948 silam.

Ada banyak serba-serbi menarik tentang polwan yang patut kita ketahui. Berikut di antaranya:

1. Sebenarnya Ada 9 Calon Polwan Pertama

6 Polwan pertama di Indonesia
6 Polwan pertama di Indonesia

Pada 1 September 1948, pendidikan kader kepolisian untuk tingkat Perwira Angkatan 3 dimulai di Bukittinggi. Saat itu total ada 50 siswa. Sejarah mengatakan enam di antaranya adalah perempuan, yang kemudian menjadi polwan pertama di Indonesia.

Mereka adalah Nelly Pauna Situmorang, Djasmainar Husein, Rosmalina Pramono, Mariana Saanin Mufti, Rosnalina Taher, dan Dahniar Sukotjo. Semuanya lulusan sekolah menengah dan berdarah Minangkabau.

Nah, sebenarnya ada tiga calon polwan lagi yang juga mendaftar, tapi mereka tidak lolos seleksi.

2. Monumen Polwan dan Tugu Polwan

Sumber: IN/ist
Sumber: IN/ist

Ada yang mengira, Monumen dan Tugu Polwan di Bukittinggi itu berbeda. Padahal Monumen Polwan adalah bentuk pemugaran terhadap Tugu Polwan lantaran kondisinya sudah rusak.

Tugu Polwan didirikan pada 27 April 1993. Kemudian pada 1 September 2015 , pemugarannya diresmikan dan diubah namanya jadi Monumen Polwan.

3. Pernah Ada Tes Keperawanan?

Sebenarnya tes keperawanan awalnya hanya untuk para istri calon polisi. Hal ini ditujukan agar calon istri tersebut tidak gila seks saat suaminya sedang bertugas jauh meninggalkan rumah.

Namun tes keperawanan ini malah sempat dijadikan syarat untuk masuk polwan. Syarat ini kemudian dihapus dengan alasan diskriminasi karena adanya faktor selain seks yang membuat seorang wanita kehilangan keperawanannya.

Adapun syarat yang benar adalah: belum pernah menikah secara hukum positif/agama/adat, belum pernah hamil/melahirkan, belum pernah memiliki anak biologis (anak kandung) dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan.

4. Harus Cantik?

Kabar bahwa seorang calon polwan harus cantik adalah tidak benar. Namun di samping tes akademik, memang ada sejumlah tes fisik yang harus dilalui.

Misalnya gigi tidak boleh bolong, mata harus bagus (tidak buta warna), tinggi dan berat badan proporsional, serta harus lolos sejumlah tes kesehatan seperti tidak ada indikasi kanker payudara, penyakit kulit menular, dan lainnya. Jadi bukan harus cantik, melainkan harus ideal.

5. Harus Pintar

Alih-alih cantik, untuk menjadi polwan sejatinya harus memiliki pengetahuan yang luas. Itulah mengapa seorang calon polwan harus melewati sejumlah tes akademik dulu.

Misalnya seperti Ujian Pengetahuan Umum (termasuk Undang-Undang Kepolisian), Bahasa Inggris, Matematika (IPA dan IPS), serta Wawasan kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Wawasan Nusantara dan Kewarganegaraan). Hal ini sekaligus menampik anggapan bahwa untuk menjadi polwan hanya cukup berbekal cantik dan punya tubuh ideal.

Itulah tadi beberapa serba-serbi soal Polwan yang selama ini mungkin diberitakan kurang lengkap di berbagai media sosial. Seorang polwan sejatinya adalah orang-orang yang terpilih untuk mengabdi pada negeri.

Mereka harus berjuang melewati seleksi ketat dengan sejumlah persyaratan dan ujian. Jadi sudah semestinya, kita sebagai warga yang baik menghormati polwan yang sudah mendedikasikan dirinya bertugas mengamankan negara dan melayani masyarakat.

Selamat Hari Polwan 1 September 2021.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.