Siapa Bilang Wanita Tak Bisa Jadi 'Data Scientist'

data scientist
data scientist

Profesi sebagai ilmuwan data (data scientist) memang banyak didominasi kaum Adam. Meski demikian, bukan berarti wanita tidak bisa menjadi ilmuwan data. Bila kamu belum ada gambaran mengenai profesi ini, simak berikut, siapa tahu kamu tertarik.

Ilmuwan data merupakan perpaduan ahli matematika, pengamat tren, dan ilmuwan komputer. Peran ilmuwan data adalah menerjemahkan data dalam jumlah besar kemudian melakukan analisis untuk mencari tren yang ada dalam data.

Tujuannya, untuk mendapat gambaran lebih mendalam mengenai suatu tren. "Ilmuwan data bermain di antara dunia bisnis dan TI serta mendorong industri dengan cara menganalisis data rumit untuk mendapatkan sebuah gambaran yang bisa dipakai perusahaan menyusun strategi," ujar Penggiat Data Avantika Monnappa seperti dikutip Simplilearn.

Untuk mengetahui apakah kamu memiliki minat pada bidang ini, kamu bisa mulai dengan mengetahui profesi apa saja terkait ilmu data.

Business Intelligence Analyst (BIA)

Profesi ini menggunakan data untuk mencari tahu tren pasar dan bisnis dengan cara menganalisis data itu sendiri. Tujuannya, mengetahui posisi perusahaan dengan lebih jelas.

Data Mining Engineer (DME)

DME meneliti data dari perusahaan juga dari pihak ketiga. Selain melakukan analisis data, DME juga akan menciptakan algoritma yang akan membantu menganalisis suatu data lebih lanjut.

Ilmuwan Data (ID)

Tugas pertama ID adalah menerjemahkan sebuah kasus bisnis ke dalam agenda analitik, mengembangkan hipotesis, dan memahami data itu sendiri. ID juga mencari dan memilih algoritma untuk membantu melakukan analisis lebih lanjut pada data yang akan memengaruhi masa depan perusahaan.

Buat kamu yang ingin mendapat gambaran lebih lanjut mengenai ilmu data ini, kamu bisa mengawalinya dengan mengikuti workshop Jakarta Data Girls pada 2 Mei 2018 mendatang yang disponsori PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Informasi lebih lanjut, akses di laman berikut.