Ternyata Kualitas Udara Juga Pengaruhi Pengambilan Keputusan

Kualitas udara pengaruhi pengambilan keputusan
Kualitas udara pengaruhi pengambilan keputusan

Percayakah kamu jika kualitas udara di dalam ruangan kantor juga ikut memengaruhi pengambilan keputusan seseorang?

Saat ini, kualitas udara di luar ruangan dianggap sudah menurun karena pencemaran, sehingga banyak orang yang lebih suka beraktivitas di dalam ruangan. Padahal belum tentu kualitas udara di dalam ruangan juga lebih baik. Oleh karena itu, ventilasi sebagai pusat sirkulasi udara sangat diperlukan, terutama di ruang kerja atau kantormu.

Menurut hasil penelitian Berkeley National Laboratory dan Harvard University, tingkat karbon dioksida (CO2) dapat memengaruhi fungsi kognitif dan kemampuan mengambil keputusan.

Manusia memang memproduksi karbon dioksida saat bernapas, sehingga tingkat konsentrasi karbon dioksida di dalam ruangan lebih tinggi dibandingkan luar ruangan. Semakin sedikit ventilasi di ruangan, semakin banyak karbon dioksida yang terkumpul.

Sehingga, saat ruang rapat di kantormu dipenuhi para peserta rapat, maka jumlah produksi karbon dioksida akan semakin banyak. Jika ruangan tersebut tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, maka karbon dioksida akan terperangkap dan menumpuk seiring berjalannya waktu.

Puncaknya, di akhir rapat saat pengambilan keputusan akan dilakukan, jumlah karbon dioksida yang terperangkap sudah semakin banyak dan mengganggu fungsi kognitif seluruh peserta rapat. Akibatnya, pengambilan keputusan dapat terganggu karena tingkat konsentrasi juga menurun.

Tersebab hal itu, kamu perlu mempertimbangkan untuk membuat ventilasi udara atau memasang sistem penyaring udara di setiap ruangan, terutama untuk ruang rapat. Dengan cara tersebut kamu dapat memastikan seluruh penghuni kantor dapat bekerja lebih produktif dan terhindar dari kesalahan dalam pengambilan keputusan.