Tiga Skill Masa Depan yang Paling Dicari di Asia

Ilustrasi
Ilustrasi

Berdasarkan laporan dari LinkedIn, kebutuhan akan kompetensi digital di kawasan sekitar Asia Tenggara semakin tinggi. Sejumlah pekerjaan top yang paling populer menyertakan syarat keahlian hybrid. Mereka yang bisa membantu perusahaan cepat bertransformasi ke era digital lebih dibutuhkan.

Di lima tahun terakhir, LinkedIn menganalisis jutaan input pekerjaan yang populer. Hasilnya menunjukkan tiga bahkan lima tertinggi ternyata berhubungan dengan teknologi. Hal ini pun berpengaruh pada keahlian-keahlian yang dicari perusahaan.

Di Singapura, misalnya. Tiga skill yang paling dicari perusahaan sekarang adalah blockchain, workflow automation, dan human-centred design. Ketiganya pun masuk dalam 10 besar daftar keahlian paling dicari di Asia.

Menurut LinkedIn, hal ini tidak lepas dari makin pentingnya peran teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Malahan daftar skill yang diperlukan tidak hanya yang sifatnya hard skill saja, tapi juga soft skill. Fenomena ini terjadi beberapa tahun belakangan yang persentasenya (perusahaan yang membutuhkan soft technology skill) sudah mencapai lebih dari 57 persen.

Seperti disinggung di awal, apa yang terjadi di Singapura terjadi juga di beberapa negara Asia. Di Korea, Jepang, China, Hong Kong, Taiwan, bahkan Vietnam, juga membutuhkan skill blockchain.

Namun agak sedikit berbeda dengan Indonesia, Malaysia, dan Australia, di mana tiga besar skill yang dicari adalah Social Media Marketing, Human-Centred Design, dan Gesture Recognition Technology.

Dari laporan ini, diperkirakan pada 2022 nanti, jenis pekerjaan baru yang akan muncul akan menaruh kualifikasi skill seperti disebut di atas sebagai pertimbangan utamanya. Maka dari itu, yuk tingkatkan kemampuan kita.

Ingat, industri 4.0 bukan berarti tergantikannya tenaga kerja manusia dengan sistem dan robot. Perubahan era ini sebenarnya mendorong kita untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan diri, mengikuti perkembangan zaman.