Tips Menjawab Pertanyaan Pribadi Saat Wawancara Kerja

pertanyaan menjebak
pertanyaan menjebak

Tahap wawancara adalah tahap yang paling menentukan dalam proses rekrutmen. Dalam proses tersebut, kamu bisa menunjukkan performa kinerja dan karakter terbaikmu untuk dinilai oleh pemberi kerja. Wawancara juga menjadi ajang penjajakan apakah kamu dan karaktermu tersebut cocok untuk bergabung pada perusahaan tersebut.

Namun seringkali, selama wawancara, kamu mendapat pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi dan mungkin sedikit ajaib. Pertanyaan itu justru membuatmu bingung menjawab. Apa saja jenis pertanyaan tersebut dan bagaimana menjawabnya? Berikut seperti dikutip Liputan 6.

Apa kelemahan terbesarmu?

Maksud pertanyaan tersebut sebenarnya adalah, seberapa besar kamu mengenali diri sendiri? Jangan pernah menjawab kamu tidak memiliki kelemahan. Kamu bisa mencoba tes kepribadian online untuk mengetahui kelemahanmu tersebut dan menyertakan solusi. Dalam wawancara kerja, kamu bisa mendiskusikan hasil profil kepribadian tersebut dan sertakan upayamu untuk meningkatkan diri berdasarkan pribadi tersebut.

Apa yang dibenci dari atasan?

Maksud dari pertanyaan ini adalah pewawancara ingin mengetahui, apakah kamu bisa menangani koflik dengan atasanmu? Tips untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan menyadari bahwa tidak ada hal yang sempurna .

Kedua, jangan pernah menghina atasanmu sebelumnya jika tidak mau menghancurkan kesempatan karier saat ini. Jawaban yang baik atas pertanyaan ini adalah harus kritis (namun adil), bisa tentang bagaimana atasan membuat pekerjaan sedikit lebih menantang dan bagaimana kamu berusaha menemukan solusi.

Apakah berencana menikah atau memiliki anak dalam waktu dekat?

Pewawancara sebenarnya ingin tahu, berapa banyak waktumu bekerja? Meskipun kamu merasa pertanyaan itu wajar, tapi sebaiknya jangan jawab pertanyaan ini dan alihkan pembicaraan, tapi tetap dalam satu topik.

Jika memilih untuk menjawab, jawablah dengan jujur ​​dan dan apa adanya. Jika memilih untuk tidak menjawab, putar pembicaraan dengan mengatakan sesuatu yang singkat dan jelas, seperti "Sekarang, saya sedang fokus mengembangkan karier" atau "Saat ini, saya ingin mengejar gelar master."

Berapa gaji yang diinginkan?

Pewawancara juga ingin mengetahui, seberapa baik kamu mengenal pekerjaanmu sendiri? Kamu disarankan untuk tidak menjawab pertanyaan ini berdasarkan ekspektasi gaji pada apa yang menurutmu layak. Jangan mengira-ngira bahwa Rp7 juta adalah gaji yang pas untukmu, misalnya. Gunakan fakta di internet dan portal informasi lain.

Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?

Pewawancara ingin mengetahui dan membuktikan bahwa kamu cocok bekerja di perusahaannya. Jangan pernah membandingkan dirimu dengan kandidat lain untuk menjawab pertanyaan ini. Fokus pada kekuatan dan bagaimana kamu membawa tim menjadi lebih kuat dan lebih baik. Kamu juga bisa bicara tentang bagaimana kontribusimu dalam tim serta bagaimana serasinya tujuan pribadimu dengan organisasi.