Yang Harus Kamu Lihat Kalau Mau Pindah Kerja Saat Pandemi

Ilustrasi
Ilustrasi

Pandemi COVID-19 rupanya benar-benar membuat aktivitas ekonomi mengendur. Sejumlah sektor usaha banyak yang terdampak. Alhasil para pengusaha pun terpaksa membuat kebijakan seperti menunda pemberian bonus serta kenaikan gaji.

Nah, bukan enggak mungkin di antara kamu ada yang mulai gelisah dan berpikir buat mencari pekerjaan baru. Padahal pindah kerja karena ada tawaran gaji lebih tinggi di tempat lain enggak menjamin kenyamanan, lho.

Lain cerita bila di tempat lain tersebut kamu bisa mendapat kesempatan mengembangkan karier lebih baik. Bolehlah jadi pertimbangan untuk resign.

Namun sekali lagi, jangan pernah cuma lihat gaji pokok kalau mau pindah kerja. Ada beberapa hal lain yang harus kamu pertimbangkan terlebih dulu.

Apa saja? Yuk simak beberapa contoh di bawah ini seperti dilansir dari careercast.com.

1. Lokasi Tempat Kerja

Pastikan tempat kerjamu yang baru mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi. Ingat, semakin jauh lokasinya, apalagi yang sulit diakses, bisa membuatmu sering terlambat. Ujung-ujungnya, kamu jadi malas ke kantor dan berimbas pada nasib kariermu.

Selain itu, makin susah akses maka bisa jadi semakin mahal biaya transportasi kamu. Kamu harus menghitung biaya ini dan memasukkannya dalam jumlah pendapatan.

2. Posisi di Tempat Baru

Jika alasanmu untuk meningkatkan karier, pastikan bahwa kamu menempati posisi yang lebih baik di tempat yang baru. Lihat jenjangnya dan berapa lama biasanya orang mencapai tingkat di atasnya.

Jenjang ini sangat penting dan erat kaitannya dengan peningkatan penghasilan. Hindari pekerjaan yang tak berjenjang kecuali kamu memang punya alasan paling kuat untuk menerimanya.

3. Status Pegawai

Pastikan bagaimana perusahaan tempat kerja barumu nanti dalam menerapkan sistem kontraknya. Status karyawan ini sangat penting untuk mengetahui apakah kamu bisa mengandalkan perusahaan tersebut untuk kariermu ke depan. Bila ada jaminan untuk menjadi karyawan tetap maka itu akan baik untuk kariermu.

4. Kondisi Perusahaan Baru

Ini juga penting. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Perhatikan apakah kondisi perusahaan barumu bisa aman. Jangan sampai kamu baru beberapa bulan bekerja di sana, perusahaan tersebut malah bangkrut. Tanyakan pada rekanmu yang tahu tentang perusahaan tersebut.

5. Fasilitas yang Diterima

Sebagai pegawai, kamu pasti mendapatkan beberapa fasilitas seperti tunjangan transportasi, tunjangan uang makan, tunjangan cuti dan lain-lain. Nah, pastikan kamu mendapatkan aneka fasilitas yang menguntungkan itu di tempat baru. Bandingkan dengan fasilitas di kantor lamamu. Hitung totalnya untuk menemukan apakah pendapatanmu naik atau tidak.

Penulis sekaligus perencana keuangan Shinta Yanirma pernah membagikan tips menghitung pendapatan sebelum memutuskan pindah kerja atau tidak. Tips tersebut bisa kamu intip di akun Instagramnya @Latteandbed.

Ini potongan gambar dari slide yang ia bagikan di akunnya. Benar kan, jangan pernah cuma lihat gaji pokoknya saja.

(Sumber: @Latteandbed)

Nah itu tadi beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk pindah kerja. Jangan cuma karena tergiur dengan hijaunya rumput sebelah, lalu mengabaikan beberapa hal di atas ya.

Apa Benar Pindah Kerja Adalah Solusi?

Lagian jangan cuma sibuk pindah kerja sambil mengejar penghasilan yang lebih tinggi dong. Semua itu akan percuma kalau gaya hidupmu masih kayak dulu.

Cobalah berpikir apa benar gaji kamu habis terus gara-gara gajinya kekecilan? Cek lagi apa jangan-jangan yang salah itu perencanaan keuanganmu?

Lihat apakah kamu disiplin dalam mencatat pengeluaran; apakah kamu punya simpanan dan investasi; apakah kamu punya dana darurat. Semua itu bila kamu tidak ada atau tidak melakukannya, berarti memang ada yang salah dengan caramu mengolah keuangan.

Ada banyak rumus perencanaan keuangan yang bisa kamu pakai. Menurut Shinta, kamu dapat menggunakan metode 50-20-30 seperti gaya Elizabeth Warren.

Jadi bagi gaji kamu 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen keinginan, dan 20 persen simpanan.

Gunakan rumus income - savings = expences. Jangan income - expences = savings. Yuk ubah gaya hidup kita.

Kamu bisa mengandalkan tabungan berencana seperti Tahapan Berjangka di BCA untuk simpanannya.

Kenapa di BCA? Karena setoran awalnya ringan banget, mulai Rp500 ribu per bulan. Sudah begitu suku bunganya juga di atas tabungan reguler.

Malahan saat kamu punya uang lebih, bebas tambah dana sewaktu-waktu di luar setoran bulanan.

Buat cek saldo, kamu juga tinggal manfaatkan fasilitas e-statement via KlikBCA. Enaknya lagi, semua itu bisa kamu lakukan #diRumahAja.

Klik di sini untuk lihat cara buka Tahapan Berjangka BCA di KlikBCA.

Tapi sebelumnya pastikan sudah aktif fitur finansialnya ya. Aktivasi KlikBCA kamu di sini.