4 Pedoman William Sunito Kala Mendirikan Tokowahab.com

William Sunito, Pendiri Tokowahab.com (Sumber tokowahab.com)
William Sunito, Pendiri Tokowahab.com (Sumber tokowahab.com)

Siapa tak mengenal sepak terjang Tokowahab.com? Di dunia bisnis, khususnya startup, TokoWahab.com telah menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia.

Tokowahab.com memulai debutnya dari toko kelontong sederhana. Tangan dingin William Sunito berhasil mengubah mengubahnya menjadi perusahaan berbasis teknologi yang besar.

Apa rahasia kesuksesan William dalam mengawal transformasi Toko Wahab menjadi TokoWahab.com? Menurut dia, ada 4 'H' yang menjadi pedoman dan ia tanamkan dalam ekosistem Tokowahab.com. Simak yuk.

1. Heart atau spirit

William menyebut, untuk menjadi seorang entrepreneur sukses dan inovatif, yang menjalankan perusahaan yang juga sukses, perlu memiliki 'the spirit of being different', atau tidak segan menjadi berbeda dari yang lain.

"You have to be willing to be missed understood," ujar William.

William mengisahkan bahwa pada masa-masa awal transformasi Toko Wahab menjadi Tokowahab.com pada tahun 2015, ia mendatangi banyak pihak yang potensial untuk menjadi mitra bisnisnya.

"Tapi di 2015, 2016 itu enggak ada yang percaya, karena pertama sudah ada B2B, kedua kita itu bisnisnya di bahan-bahan pangan, jadi itu enggak mungkin orang mau beli online di 2015," ungkap William. "Sekarang, di 2020 kita punya 25 official partner. Kita bisa jalani itu karena we are willing to be missed understood."

2. Head atau ilmu

"Knowledge yang paling penting itu adalah logic. First principle thinking. Domain expertise is important. Kalau mau buka perusahaan teknologi itu harus mengerti engine-nya atau mengerti bisnis. Tapi itu enggak cukup untuk jadi seorang CEO atau Founder," tutur William.

Pasalnya, pengetahuan mengenai domain bisa didelegasikan ke orang lain dalam tim. Tetapi, logika menjadi hal penting yang harus dipelajari oleh seorang CEO atau Founder sebuah perusahaan.

"Kenapa mau buka bisnis ini dan problemnya itu apa. Sebenarnya perangkatnya itu sudah ada semua, kita sangat beruntung karena tools-nya sudah sangat tersedia," tambahnya.

3. Hand atau tindakan serta kapabilitas

William menegaskan bahwa ilmu tidak akan berguna kecuali diterapkan atau diwujudkan dalam sebuah tindakan.

"Ini benar karena di Tokowahab.com, ini caranya kita untuk eksperimen. Jadi ada ide, we build (into product), measure (using data) and learn," tutur William.

Ia menegaskan bahwa dirinya bersama tim di Tokowahab.com, tidak pernah membangun sesuatu yang tidak diketahui cara untuk mengukurnya. "Dan kita enggak pernah meluncurkan sesuatu yang kita enggak tahu apa matrik kesuksesannya."

Dengan demikian, segala hal yang dilakukan seorang pengusaha, harus melibatkan cara membangunnya, kemudian mengukurnya tingkat keberhasilannya, lalu hasilnya dipelajari untuk mengetahui kesesuaian dengan ekspektasi.

Apabila dalam proses penilaian ditemukan suatu kesalahan, maka kesalahan tersebut harus diperbaiki. Tetapi apabila terjadi kesalahan total, maka inisiatif tersebut harus dihentikan.

"Karena pada akhirnya bukan soal inovasinya, tapi ada enggak customer yang mau bayar," ujar William.

Pasalnya, William berpendapat, inovasi bisa dikatakan sebagai inovasi apabila bertemu dengan aspek komersial. "Jadi, kalau kita enggak tahu gimana generate the money, itu bukan innovation, it's just invention."

4. Home and community

Home and community ini disebut William sebagai team building. Menurut William, apabila seorang entrepreneur ingin meningkatkan peluangnya untuk bisa sukses, maka ia harus punya komunitas atau teman yang memiliki visi dan misi yang sama, serta tujuan yang sama.

"Hal itu akan meningkatkan peluangnya, karena untuk meningkatkan peluangnya, maka harus meningkatkan tim dan komunitasnya," pungkas William.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.