5 Cara Mengetes Jiwa Entrepreneur yang Ada di Dirimu

Ilustrasi
Ilustrasi

Sudah bukan rahasia lagi bila kisah manis kesuksesan entrepreneur bisa membangkitkan minat seseorang untuk turut terjun menjadi pengusaha. Para entrepreneur tersebut menjadi role model bagi calon pengusaha muda.

Para miliarder seperti Jeff Bezos, Elon Musk, mendiang Steve Jobs, hingga Mark Zuckerberg merupakan sedikit nama yang kini menjadi panutan untuk meraih kesuksesan. Di Indonesia, nama Nadiem Makarim bisa masuk salah satunya.

Di Indonesia sendiri, 7 dari 10 milenial punya keinginan untuk banting setir menjadi pengusaha. Ini menjadi kabar baik tentunya. Meski begitu, untuk menjadi pengusaha tangguh sekelas Nadiem Makarim membutuhkan ketangguhan jiwa sebagai entrepreneur.

Saat memilih menjadi seorang entrepreneur, kamu harus siap dengan kegagalan dan ketidakpastian sebelum meraih kesuksesan. Berbeda bila kamu menjalani prosesi sebagai pekerja kantoran, pendapatan bulananmu bisa dikatakan stabil. Kamu pun bisa dikatakan tidak menghadapi kondisi ketidakpastian.

Dikutip dari Inc.com, ada beberapa cara sederhana untuk bisa mengetahui seberapa tangguh jiwa entrepreneur yang ada di dirimu. Cara ini bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan diri bila kamu sudah 100 persen yakin terjun di dunia bisnis. Apa saja, yuk simak.

Bekerja di perusahaan rintisan

Cara terbaik untuk belajar menghadapi tekanan dan ketidakpastian dengan bekerja di perusahaan rintisan. Saat bekerja di sana, kamu bisa merasakan pasang-surut atau dinamika perusahaan yang baru dirintis.

Kamu bisa membayangkan atau memosisikan diri sebagai pendiri start-up tersebut. Dengan begitu, kamu tidak bakal kaget bila nanti kamu dihadapkan pada situasi yang sama.

Mengadopsi gaya hidup keluarga kecil di Silicon Valley

Silicon Valley memang surganya entrepreneur. Di sana, banyak perusahaan start-up dirintis.

Tahukah kamu, ternyata keluarga kecil para entrepreneur di Silicon Valley punya gaya hidup cerdas saat mereka memulai bisnis. Bila salah satu pasangan merintis bisnis, istri/suami akan tetap mempertahankan pekerjaan sebagai pegawai kantoran.

Ini dilakukan untuk menghadapi ketidakpastian dan ancaman kegagalan di masa awal merintis bisnis. Sebab, bila salah satu tetap bekerja di perusahaan, tunjangan kesehatan tetap didapat. Gaji bulanan suami/istri pun bisa digunakan sebagai back-up jangka pendek.

Bila tertarik menjadi entrepreneur, kamu bisa mengadopsi gaya hidup pasangan di Silicon Valley tadi. Usahakan, ajak diskusi dari hati ke hati dengan pasanganmu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Tes insting entrepreneur dengan ikut urun dana ekuitas

Kamu bisa coba mengetes insting pebisnismu dengan ikut equity crowdfunding atau urun dana ekuitas. Tidak perlu banyak-banyak menanamkan dana di crowdfunding itu.

Dengan pakai cara ini, kamu bisa ikut mengamati perjalanan bisnis orang yang kamu danai tadi. Dengan begitu pula, kamu bisa belajar dari bisnis orang itu bagaimana cara mencari solusi dari persaingan bisnis saat ini, cara mencari dan mempertahankan konsumen, serta cara meningkatkan keuntungan.

Ikut pertemuan atau konferensi bisnis dan investor

Cobalah mengikuti pertemuan-pertemuan atau konferensi para pebisnis dan investor. Dari situ kamu bisa mengetahui tren-tren terbaru di dunia usaha, dari model bisnis hingga strategi pemasaran. Selain itu, kamu bisa mendapatkan kesempatan untuk berkenalan dengan para pebisnis dan investor.

Relasi dari jaringan pebisnis dan investor ini akan memperkaya perspektifmu terkait dunia bisnis. Siapa tahu pula, relasi tadi dapat membantumu dalam mengembangkan bisnis. Bisa jadi salah satu investor atau mentor.

Empat cara tadi dapat kamu lakukan terlebih dulu sebelum terjun 100 persen di dunia bisnis. Kamu tidak akan rugi, sebab kamu bakal mendapatkan banyak insight soal dunia bisnis. Tertarik mencoba?

Jangan lupa ajukan Kredit Modal Kerja dari BCA saat kamu sudah yakin berbisnis. Informasinya bisa kamu klik di tautan ini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.