5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Gagal Berbisnis

Ilustrasi
Ilustrasi

Di tengah persaingan yang begitu ketat, kegagalan dalam bisnis merupakan hal yang umum terjadi. Menurut situs Smallbiztrend, sekitar 50 persen bisnis kecil gagal dalam empat tahun pertama, dan kebanyakan perusahaan tersebut dijalankan oleh pengusaha pemula yang minim pengalaman.

Meski kamu sudah mempersiapkan ide bisnis yang sangat baik, berdedikasi penuh untuk mewujudkannya, dan menyiapkan tim untuk mengerjakannya, kegagalan masih bisa terjadi. Ada faktor eksternal yang tidak dapat kamu kontrol sehingga bisnis berjalan tidak sesuai harapan hingga akhirnya gagal.

Namun, perlu diingat bahwa kegagalan pernah dialami hampir semua pemilik bisnis. Pertanyaannya adalah apa yang akan kamu kerjakan saat bisnismu gagal?

Pertama, kamu perlu menganalisis kegagalan yang terjadi. Kamu bisa mengumpulkan anggota tim dan melihat kembali sejarah perusahaan sejak awal. Dari situ kamu mungkin akan menemukan sumber masalah utama yang menyebabkan bisnismu gagal atau mengetahui keputusan yang salah. Dengan mengetahui penyebab kegagalan dapat membantu kamu untuk terhindar dari kesalahan yang sama di masa mendatang.

Kedua, menata kembali keuanganmu. Saat bisnis gagal tentu ada kerugian yang terjadi. Apalagi jika ada tabungan dalam jumlah besar yang diinvestasikan ke dalam bisnis tersebut. Dampak keuangan yang terjadi membuatmu harus memikirkan kembali sumber pendapatan lain, misalnya dengan memulai kembali bisnis dengan risiko rendah atau mencari pemasukan tambahan memanfaatkan bakat yang dimiliki.

Ketiga, berjejaring dengan pengusaha lain. Kamu dapat mulai melebarkan jaringan dengan hadir di berbagai seminar terbuka, menghubungi mereka melalui media sosial, atau sekadar memperkenalkan diri secara langsung. Dengan begitu kamu akan mendapatkan perspektif baru dalam menjalankan bisnis. Jika beruntung, kamu akan menemukan rekan bisnis baru yang tepat untuk bisnis selanjutnya.

Keempat, berikan waktu untuk dirimu. Menjalankan bisnis memang sangat berat, sangat menguras pikiran dengan jam kerja yang panjang setiap hari. Saat kehilangan bisnis, mental dan pikiran kamu tentu akan terpengaruh.

Jangan terburu-buru untuk memulai bisnis yang baru, berikan waktu untuk dirimu sendiri supaya pulih dari kegagalan tersebut. Lakukan apa yang belum sempat kamu lakukan sebelumnya. Jika ada sisa tabungan, kamu dapat berlibur ke tempat yang belum pernah dikunjungi untuk menyegarkan kembali pikiran.

Terakhir, membuat rencana bisnis yang baru. Saat kondisimu sudah lebih baik, kamu dapat meluangkan waktu untuk mulai membuat rencana bisnis yang baru. Jangan pernah merasa trauma atau kapok untuk memulai kembali. Namun, jangan melakukannya dengan terburu-buru. Kamu dapat meluangkan waktu untuk melakukan riset kondisi pasar saat ini dan membuat strategi bisnis yang lebih matang.