7 Tahap Saat Bisnismu Harus Pindah dari Offline ke Online

Ilustrasi
Ilustrasi

Adanya pandemi COVID-19 memang telah memberikan banyak perubahan. Seluruh masyarakat sebisa mungkin diimbau untuk #diRumahAja. Berbagai aktivitas pun terpaksa dilakukan dari rumah, termasuk dalam hal bertransaksi.

Jadi ya enggak usah heran kalau penggunaan transaksi digital makin meningkat. Mereka yang tadinya belum cashless saja mulai belajar untuk jadi cashless. Apalagi mereka yang sudah cashless, tentunya jadi “semakin” cashless.

Nah, perubahan signifikan ini mau tak mau harus disikapi para pelaku bisnis. Orang diminta untuk tidak keluar rumah yang artinya tidak ke mal, restoran, ataupun kafe untuk nongkrong-nongkrong. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan berpindah dari bisnis offline ke online.

Pertanyaannya, sulit enggak sih? Yang pasti, butuh penyesuaian untuk melakukannya.

So, biar enggak terlalu lama, ada contekan lengkap nih dari situs quicksprout.com. Tenang, kami sudah merangkumnya untuk kamu. Sekarang, simak yuk, 7 tahap saat bisnismu harus pindah dari offline ke online:

1. Riset Pasar Online

Meski berpotensi memakan waktu, kamu tetap harus melakukan ini. Pasalnya pelanggan konvensional mungkin akan beda dengan pelanggan online. Kalaupun kamu sudah punya pelanggan tetap pun, untuk menariknya jadi pelanggan online juga tidak mudah. Itulah kenapa kau perlu belajar soal pemasaran di dunia online dulu.

Pasar online juga lebih luas dari pasar offline. Maka dari itu, lakukan riset pasar dan survei sebentar untuk mengetahui sejauh mana kemungkinan sukses tidaknya kamu berpindah ke online. Jangan sampai keputusanmu fokus ke online malah tak berarti.

Salah satu indikator untuk melihat prospek itu adalah dengan meriset tingkat kebutuhan dan kebiasaan calon pelanggan. Tanyakan ke pelanggan. Kamu bisa menggunakan media sosial (medsos) resmi tokomu, untuk mengetahui ketertarikan mereka untuk pesan online. Uji juga kesetiaan mereka dengan reward.

2. Manfaatkan Media Sosial

Seperti disebutkan tadi, medsos sudah harus diandalkan dari tahap pertama. Pelanggan harus tahu bahwa kamu sudah beralih ke online. Promosikan produkmu untuk menggaet pelanggan baru. Ingat, saat ini hampir semua lapisan masyarakat memiliki akun medsos macam Instagram, Facebook, atau Twitter. Kamu bahkan bisa juga mengandalka situs berbagi video macam YouTube dan TikTok.

Ingat juga, masyarakat kini diimbau untuk di rumah. Artinya besar kemungkinannya intensitas mereka mengakses media sosial bertambah lama. Manfaatkan hal ini. Prediksi jam berapa saja mereka membuka medsos. Sapa mereka dengan hal menarik. Misalnya dengan harga promo dari produk jagoanmu.

3. Bangun Website atau Aplikasi

Maraknya penipuan medsos, membuat masyarakat lebih aware. Untuk membuktikan kebenarannya, mereka akan mengakses website dari tokomu.

Maka dari itu, buatlah web atau aplikasi yang menarik dan berkualitas. Kalau perlu hiring orang yang memang ahli. Jangan sembarangan memilih nama domain. Pastikan juga web kamu ramah kuota dan enak dipandang mata.

Nah, jika di medsos cuma bisa memuat sedikit informasi, lengkapi di web kamu. Berikan pengetahuan lain, misalnya seperti di balik dapur pembuatan produkmu atau sekadar sejarah berdirinya tokomu.

Atur tata letaknya sedemikian cantik. Kalau perlu dan punya hadirkan bintang tamu di web untuk menarik perhatian. Lalu ingat, pastikan semua tautan berfungsi dengan baik. Wajah web kamu adalah cerminan tokomu.

4. Gandeng Pelanggan Online Tetap

Sama halnya dengan maintenance pelanggan konvensional, pelanggan online kamu juga harus dijaga. Bangun audiens yang potensial. Namun tetap perhatikan karakternya.

Begini. Pelanggan online kamu yang baru kemungkinan besar adalah pengguna medsos. Nah, setiap medsos punya karakter berbeda. Pengguna Instagram berbeda dengan pengguna Facebook. Begitu pula dengan lainnya. Jadi, kembali ke tahap pertama, lakukan riset dengan benar.

Pertemukan semua pengguna medsos tadi dalam satu website yang sudah kamu buat. Jalin kedekatan dengan mereka, buatlah interaksi. Misalnya dengan mengenalkan mereka dengan sosok-sosok di balik dapur. Tunjukkan bahwa dapurmu bersih dan menjunjung tinggi prosedur kesehatan. Dengan membuat kedekatan itu, kamu jadi tak perlu berpromosi. Biarkan pelangganmu yang melakukannya.

5. Manfaatkan Email Newsletter

Kadang, orang merasa sudah cukup dengan website saja. Padahal seperti disebutkan di atas, engagement perlu dilakukan. Nah, manfaatkanlah email newsletter. Kumpulkan alamat email pelanggan.

Metode seperti ini memungkinkan promo kamu jatuh pada orang yang tepat. Pelanggan akan lebih merasa dihargai. Maka dari itu, semakin banyak email yang kamu miliki, semakin banyak pula pelanggan yang bisa kamu jangkau dengan berbagai penawaran khusus dan informasi dari toko kamu.

6. Gunakan Penyedia Jasa SEO

Ambil contoh sederhana di media sosial. Akun dengan konten yang menarik tentunya akan lebih mendatangkan banyak follower, kan? Nah, itulah kenapa kamu harus memerhatikan isi konten untuk website. Gunakan SEO yang baik agar lebih gampang berada di top pencarian.

Untuk yang baru tahu, SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimatimazion. Ini adalah sebuah metode pemasaran yang mempengaruhi tingkat visibilitas sebuah website di dalam mesin pencari. Ya singkatnya, SEO bisa bantu konten kamu berada di halaman awal Google atau mesin pencarian lainnya. Untuk menggunakannya, belajarlah dari yang sudah paham. Kalau perlu, gunakan jasa atau ahlinya—sambil belajar darinya.

7. Sikap dan Perilaku

Ini dia yang juga menempati peran mahapenting. Pelanggan online akan begitu mudah memengaruhi jalannya bisnis kita. Mereka bisa saja punya pengaruh pada pengikutnya. Artinya apa yang mereka lontarkan di medsos bisa jadi menentukan citra tokomu.

Tak cuma kualitas, segala sikap dan perilaku kita dalam memperlakukan konsumen akan dinilai hari itu juga. Maka dari itu, segala sesuatunya harus kamu sikapi dengan manajemen bisnis yang baik. Apalagi, bisa saja di hari-hari pertama kamu, toko online barumu akan ramai. Cara kamu menjaga kepuasan pelangganlah yang bakal menentukan komentar mereka.

Nah, itu tadi 7 tahap yang perlu didalami bila bisnismu pindah dari offline ke online. Jangan malas untuk melakukan riset lebih dalam. Konsultasikan dengan ahlinya.

Perhatikan juga layanan pembayarannya. Bisnis online, pembayarannya juga online. Siapkan hal ini. Buat rekening bisnis untuk menerima pembayaran transfer. Kamu juga bisa memberikan layanan pembayaran dengan virtual account atau bekerja sama dengan penyedia jasa transportasi online untuk hal pengirimannya.

Ingat, pelanggan akan mencari kepraktisan. Apalagi saat ini ada aplikasi pembayaran yang sangat simpel dan lengkap. Misalnya BCA mobile dari Bank BCA.

Aplikasi ini jadi pilihan milenial karena fiturnya yang lengkap dan serbabisa. Cari tahu soal apa yang bisa dilakukan BCA mobile di tautan ini, untuk membantumu menyusun strategi membangun bisnis online.

Kunjungi juga bca.co.id atau hubungi Halo BCA 1500888 untuk penjelasan lebih lanjut. Siap menerima tantangan di bisnis online?