Alasan Toko Online Milikmu Enggak Dilirik Pelanggan Lagi

Pelanggan komplain pesanannya lewat online tak kunjung sampai
Pelanggan komplain pesanannya lewat online tak kunjung sampai

Mungkin banyak di antara kamu yang mulai berjualan online pada masa pandemi ini. Ya, jualan online memang bisa jadi jalan pintas untuk menambah penghasilan di masa sulit seperti ini, terutama bagi yang terdampak pandemi.

Meski begitu, bukan berarti jualan online enggak ada tantangannya. Pasti banyak juga yang merasa daganganmu mulai sepi dan enggak dilirik pelanggan lagi, padahal produk yang dijual menarik dan berkualitas.

Nah, kalau kamu mengalami tantangan serupa, ini waktu yang tepat untuk melakukan review terhadap bisnis yang sudah kamu jalankan dan mengetahui alasan toko online-mu enggak dilirik lagi. Mungkin saja salah 1 dari 5 alasan di bawah ini merupakan alasannya. Simak yuk.

Kualitas pelayanan

Di dalam dunia bisnis, kalimat "pembeli adalah raja" pasti sudah sering kamu dengar. Selama mereka juga memberikan rasa hormat yang cukup dan tidak meminta hal yang aneh-aneh, kamu memang harus bersabar dan melayani mereka seperti raja.

Tetap jaga emosi dan kesabaran dalam melayani pelanggan agar kamu bisa memberikan pelayanan yang ramah dan maksimal. Kamu juga perlu menggunakan bahasa yang sopan dalam menjawab setiap pertanyaan yang mereka ajukan agar mereka merasa dihormati.

Dengan selalu memberikan pelayanan terbaik, tingkat kepuasan pelanggan juga dapat dimaksimalkan. Dengan begitu, tokomu akan selalu jadi pilihan nomor satu dan transaksi repeat order dapat terjadi.

Masalah ongkos kirim

Salah satu alasan yang membuat toko onlinemu dijauhi pelanggan bisa jadi karena urusan ongkos kirim. Bagi kebanyakan pelanggan, besarnya ongkos kirim merupakan hal yang sensitif saat belanja online.

Untuk menyiasatinya, kamu bisa memberikan ragam penawaran seperti "Beli 5 gratis ongkir" atau promo lainnya yang dapat menarik pelanggan. Selain itu, kamu juga bisa menyediakan pilihan pengiriman yang lebih beragam sehingga pelanggan dapat memilih yang sesuai dengan budgetnya.

Jangan lupa untuk mengemas pesananan dan mengirimkannya lebih cepat, sehingga paket bisa sampai di tangan pelanggan tepat waktu dan mereka akan puas. Ingat, pelanggan yang puas pasti akan melakukan repeat order.

Harga yang kurang kompetitif

Namanya juga bisnis online, persaingan pasti sangat ketat. Apa lagi dengan bermodalkan internet saja, pelanggan dapat dengan mudah membanding-bandingkan harga jual produkmu dengan produk serupa dari kompetitor.

Maka dari itu, hal terpenting yang harus selalu kamu lakukan adalah terus memantau pasar dan kompetitor, dan selalu memasang harga yang tepat. Enggak bisa lebih murah dari kompetitor? Enggak masalah kok. Minimal harganya dibuat setara atau berbeda tipis saja.

Asalkan kamu bisa memberikan penawaran yang lebih baik, produkmu pasti akan dijadikan pilihan dibandingkan kompetitor. Misalnya saja kamu memberikan potongan harga untuk pembelian berikutnya atau memberikan potongan harga untuk pembelian jumlah tertentu.

Pembeli merasa tertipu

Mempromosikan produk yang kamu jual sah-sah saja kok, tapi jangan berlebihan juga ya. Maksudnya gini nih. Jadi lakukan promosi yang masuk akal dan sesuai kenyataan saja, jangan melebih-lebihkan kualitas, fungsi, fitur, atau kemampuan produkmu ya.

Mungkin untuk pertama kali para pelangganmu akan tertarik dan membelinya. Tapi, setelah mengetahui bahwa produkmu tidak seperti yang dijanjikan, mereka pasti akan merasa kecewa, lho. Boro-boro repeat order, yang ada malah reputasi tokomu bisa hancur karena dicap penipu.

Pembayaran yang ribet

Pembeli biasanya paling enggak suka yang ribet-ribet, apalagi urusan pembayaran. Untungnya sekarang zaman makin canggih, jadi sudah tersedia banyak pilihan pembayaran yang mudah. Salah satunya melalui metode QRIS (baca: Kris).

Dengan mendaftar jadi merchant QRIS, kamu dapat menerima berbagai metode pembayaran, seperti BCA mobile, Sakuku, dan aplikasi e-wallet lain yang mendukung pembayaran QRIS dengan menggunakan satu kode QR saja, lho. Simpel buat kamu, simpel juga buat pelanggan.

Penasaran dengan QRIS? Cek info lengkapnya di sini.