Arus Kas Lancar, Cuan Bisnis pun Besar

Ilustrasi
Ilustrasi

Banyak pebisnis muda yang merasa cepat puas saat upayanya mulai menunjukkan hasil positif. Beberapa bahkan sampai larut dalam perayaan dan sayangnya cenderung berfoya-foya.

Wah, kalau kamu mulai merasa seperti itu, lebih baik cepat-cepat deh ambil seember air lalu guyur ke kepalamu biar sadar. Sebab, kamu harus tahu bahwa kesuksesan di awal itu justru menjadi saat yang krusial dalam perjalanan bisnis.

Untuk melangkah ke tahap berikutnya, kamu akan berhadapan dengan susahnya mempertahankan cuan daripada saat kamu mendapatkannya di awal.

Nah, salah satu upaya untuk mempertahankan cuan adalah dengan memastikan aliran cash flow (arus kas) dalam bisnismu lancar jaya. Arus kas adalah uang yang keluar masuk dalam bisnis yang kamu geluti. Arus kas yang lancar adalah salah satu pertanda sebuah bisnis yang sehat. Tentu saja arus kas tersebut harus sehat, jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Nah, simak yuk kiat mempertahankan cuan dengan arus kas yang lancar seperti dilansir dari Entrepreneur berikut ini.

Jangan sembarangan beri diskon

Salah satu cara bagi seorang pengusaha untuk mendapatkan konsumen baru adalah menawarkan diskon untuk produk atau jasa yang ia jual. Istilah kasarnya, jual rugi. Namun, namanya juga jual rugi, tentu ini berimbas negatif pada arus kas.

Jika kamu terpaksa melakukannya, coba hitung-hitung lebih dulu. Misalnya saja memperkirakan produk apa saja yang perlu didiskon, atau estimasi kerugian yang bakal diderita. Pendek kata, kamu harus tahu setiap risiko yang muncul sebelum memotong harga.

Berikan value lebih besar untuk konsumen

Selain mendiskon, ada beberapa cara lain untuk mengundang konsumen baru. Salah satunya adalah melakukan bundel untuk produk atau jasa yang kamu jual. Dengan melakukan bundel, value dari produk atau jasa yang kamu tawarkan akan bertambah.

Misalnya, kamu punya sebuah restoran. Kamu bisa tawarkan menu paket makanan plus minuman yang harganya lebih murah daripada harga makanan dan minuman itu jika dibeli sendiri-sendiri. Risikonya hanya margin keuntungan yang berkurang sedikit.

Manfaat lain mungkin tidak terlihat. Dengan membundel produk atau jasa, kamu bisa mendapat kepercayaan lebih besar dari konsumen. Sebab, yang dibundel tak selalu produk A dengan produk B, tapi kamu juga bisa membundel produk dengan layanan.

Contoh, kamu memberi bundel berupa garansi uang kembali selama seminggu pada tiap kemeja yang kamu jual. Dalam benak konsumen akan muncul kepercayaan, sehingga mereka tak ragu untuk beli lagi di lain waktu. Kamu juga tak perlu keluar uang untuk membundel pakaian dengan garansi, bukan?

Untuk konsumen setia, kamu bisa membuat layanan tambahan seperti program keanggotaan VIP, diskon khusus member, dan sebagainya. Ini sangat ideal untuk membuat bisnis terus berputar.

Lakukan program pre-sale

Jika kamu perhatikan, ada beberapa penjual yang memilih untuk menjual produknya dengan program pre-sale. Mungkin dalam benakmu tak terpikir alasan mereka melakukan itu. Sebenarnya, program seperti ini ada bagusnya demi arus kas yang lebih lancar.

Dengan melakukan pre-sale, kamu bisa mengantisipasi jumlah konsumen. Uang hasil penjualan pun sudah masuk duluan, sehingga arus kas lancar dan bisa menjadi modal untuk penjualan berikutnya. Yang pasti, risiko mengalami kerugian akan lebih sedikit daripada program penjualan konvensional.