Bidik Komunitas? Awali dengan Menggandeng Blogger

Bidik Komunitas? Awali dengan Menggandeng Blogger
Bidik Komunitas? Awali dengan Menggandeng Blogger

Dalam bisnis, komunitas memang punya peran penting. Jadi, jangan heran bila banyak perusahaan marak menggandeng komunitas. Sayangnya, menggandeng komunitas tak bisa dikatakan semudah membalik telapak tangan.

Setidaknya, inilah yang diakui JD.id. Untuk meluaskan pasar ke pasar gaya hidup dan kecantikan, toko daring (online) itu pun mengawalinya dengan menggandeng blogger kecantikan dan gaya hidup.

Jadi, para blogger inilah yang nantinya bertugas menyampaikan pesan pada pengikutnya. "Tak hanya itu, beauty blogger juga punya komunitas yang berbeda. Pasti ada di antara komunitas itu yang lebih tertarik ke produk kecantikan dibanding fesyen," kata Manajer Divisi Kecantikan JD.id Arief Nuary.

Arief melanjutkan, meski demikian, ia tetap merangkul semua komunitas karena kecantikan juga merupakan bagian fesyen dan gaya hidup. Toko daring ini mencari komunitas sesuai kategori yang ada di platform miliknya.

Selain menggunakan influencer dan tim hubungan masyarakat untuk masuk ke komunitas, JD.id juga memanfaatkan manajemen hubungan konsumen (CRM) untuk mengolah database.

Jadi, ketika ada acara terkait kecantikan, pihaknya akan menyebarkan informasi secara spesifik ke daftar konsumen yang biasa membeli produk kecantikan di JD.id.

Tujuan JD.id merangkul komunitas adalah mengenalkan nilai JD.id, yakni kepercayaan, layanan, dan pengalaman pada pelanggan. Selain itu, JD.id ingin menumbuhkan loyalitas. Untuk mencapai ini, JD.id sadar bahwa keawasan merek toko daring ini belum merata.

Karenanya, pihaknya ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, baik lewat aktivasi daring maupun luring. "Meski belum banyak, kami mulai mendekati komunitas. Strategi kami adalah memberi banyak penawaran dan informasi yang bersifat pribadi ke komunitas," kata Kepala Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Publik JD.id Teddy Arifianto.

Teddy bilang, saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan komunitas untuk kolaborasi. Sebab, belum tentu komunitas yang didekati JD.id akan langsung mau berkolaborasi. "Engagement jadi kunci. Kami yakin, fungsi komunitas adalah advokasi. Kami tak ingin melakukan pendekatan yang hard selling," pungkasnya.