Bukti Bisnis Foto Pranikah Bukan Kaleng-kaleng

David Soong
David Soong

"Selama pernikahan masih dianggap istimewa, maka momennya harus diabadikan" Begitu kira-kira pandangan dari David Soong, seorang profesional di bidang fotografi yang juga pendiri Axioo Photography.

Untuk kamu yang masih ragu pada bisnis ini, mungkin kamu perlu mendengar ceritanya. Bukan cuma bagaimana David memulainya dari nol. Tapi sampai bagaimana ia bisa membuktikan dengan elegan bahwa fotografi punya prospek cerah di masa depan.

Bisnis fotografi memang bukan kaleng-kaleng lho. Kalaupun masih banyak orangtua yang menentang anaknya terjun ke dunia ini, toh mereka yang berhasil juga banyak. Cerita soal padatnya jadwal seorang fotografer pernikahan juga bukan cerita langka.

Coba deh, kamu tentu sering dengar kan kalau mau menggunakan jasa fotografer pernikahan harus memesannya dari jauh-jauh hari? Dari sini saja sudah menunjukkan bahwa bisnis ini punya market yang besar. Jadi masih beranggapan kalau bisnis ini tak menjanjikan?

Oke, David memang tercebur ke dunia ini secara tidak sengaja. Awalnya, fotografi itu hanya untuk kesenangan dan hobi. Bahkan orangtuanya juga menentangnya saat itu. Namun takdir akhirnya bicara.

"Awalnya dulu ada teman saya menikah. Karena bingung soal foto, saya menawarkan diri: sini gua fotoin deh. Enggak disangka ternyata (cerita ini) menyebar. Lalu ada orang lain yang malah minta untuk difotoin juga. Saya bilang: enggak ah, gua enggak kenal lu. Eh orang itu malah bilang lagi: saya bayar deh," terang David.

"Saya ini enggak punya pengalaman, jadi enggak tahu juga berapa harga pasarannya. Saya suka-suka saja bikin harga Rp5 juta. Itu 2003. Mungkin kalau sekarang terdengar murah ya, tapi saat itu pasarannya masih Rp500 ribu per album," kenangnya lagi.

Dari situ, insting bisnisnya pun meliar. Ia merasa ada prospek yang besar di sini. Pertanyaan besar pun muncul di benaknya: mengapa tidak diseriusi saja bisnis ini. Begitu kira-kira.

David Soong
David Soong

Axioo Photography pun berdiri. David sengaja memilih foto pernikahan sebagai spesifikasinya.

Sebab menurutnya, banyak orang berpikir kalau mengabadikan momen pernikahan lewat fotografi (atau video) itu merupakan hal yang mutlak dilakukan.

Saat ini, menurutnya, fotografi baik prewedding maupun wedding sudah semakin tren. Jika beberapa lini bisnis mengalami masa redup, bisnis ini tidak mengalaminya.

"Ternyata (bisnis ini) enggak (redup). Makin banyak orang menyadari kalau ide dan penerapannya bisa terus dikembangkan, dan cara penyajiannya pun makin bervariasi," katanya lagi.

Ya, variasi, ide, dan inovasi, menurut David, akhirnya menjadi kunci agar bisnis ini tidak meredup. Selanjutnya: pertemanan dengan klien. "Klien adalah teman kita. Itu penting," tutupnya.

Sekarang, siapa tidak tahu Axioo Photography?