Cara Bikin Business Plan yang Selalu Cocok di Segala Medan

Ilustrasi
Ilustrasi

Membuka bisnis tanpa business plan atau rencana bisnis sama saja bunuh diri. Tanpa rencana bisnis, kamu enggak punya arah dan tujuan yang jelas dalam membangun bisnis.

Pertanyaannya, bagaimana membuat business plan yang tepat dan efektif untuk membangun bisnis di era internet seperti sekarang ini?

Rencana bisnis di era kakek kita dan sekarang tentu berbeda. Sebab, ada perbedaan zaman yang memengaruhi perilaku konsumen.

Dulu, konsumen mudah terpikat dengan iklan di televisi. Sekarang, konsumen lebih menyukai produk yang memberikan ikatan emosional dan memberikan pengalaman berbeda. Nah, dalam membuat rencana bisnis pun harus turut bergeser mengikuti perkembangan zaman.

Michael E. Gerber, penulis buku The E-Myth Revisited, menganggap business plan tradisional alias jadul sudah enggak relevan dengan era sekarang. Dikutip dari Inc.com, ia menyebut business plan tradisional selalu mengacu pada otak atau logika. Umumnya, business plan tradisional dibuat berdasarkan salah satu dari dua alasan ini:

(1) kita harus membuat rencana bisnis karena banyak perusahaan sukses juga membuatnya, dan

(2) kita harus membuat rencana bisnis bila ingin mendapatkan tambahan modal dari bank atau investor.

Rencana bisnis seperti ini terlalu statis. Saat menjalankan business plan yang berdasarkan “otak”, kamu bisa saja kehilangan kesenangan saat menjalankan bisnis. Apalagi, bila asumsi-asumsi yang dibuat dalam rencana bisnis tidak sesuai dengan kenyataan. Kamu bisa enggak semangat melanjutkan berbisnis.

Hal ini akan berbeda bila kamu menyiapkan business plan dengan pendekatan dari “hati”. Bahasa sederhananya, rencana bisnis yang kamu buat berawal dari apa yang kamu rasakan, bukan dari apa yang kamu pikirkan. Karena di awali dari hati, dalam menjalankan bisnis pun dipenuhi perasaan senang dan semangat.

Sebelum membuat rencana bisnis, kamu bisa merenungkan dalam hati dan membayangkan bagaimana nantinya bisnis kamu di masa depan. Dari perenungan ini, kamu akan menemukan visi dalam berbisnis.

Setelah itu, baru kamu bisa bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: kenapa aku ingin membangun bisnis ini? Siapa saja yang bakal mendapatkan manfaat dari bisnis ini? Dan, apa sumbangsih bisnis ini bagi dunia?

Pertanyaan-pertanyaan tadi membantumu memahami misi dalam membangun bisnismu nanti. Dari situlah, kamu bisa membuat beragam rencana bisnis yang benar-benar bisa mengantarmu ke kesuksesan yang kamu impikan.

Perbedaan business plan jadul dan yang baru ini terletak pada cara kamu merasakan dan memikirkan rencana itu. Cara kamu mengeksekusi dan keintimanmu dengan rencana bisnis tadi akan membuat perbedaan mencolok dalam menjalankan bisnis.

Selamat mencoba.