Cara Mengatasi Shiny Object Syndrome yang Kerap Menyerang Pengusaha Muda

Ilustrasi
Ilustrasi

Tahukah kamu, 9 dari 10 pengusaha pernah merasakan bagaimana keganasan Shiny Object Syndrome dalam menjalankan bisnis. Setidaknya, mereka pernah sekali mengalami sindrom ini dalam perjalanan bisnis mereka.

Lalu sebenarnya apa sih Shiny Object Syndrome? Yuk kita kepoin.

Bahasa gampangnya, sindrom ini berkaitan dengan distraksi saat menjalankan bisnis. Contohnya, pebisnis yang mengalami sindrom ini biasanya terdistraksi dengan ide baru atau proyek baru yang kelihatannya lebih menarik.

Layaknya anak kecil yang tertarik dengan benda-benda mengilat, pebisnis akan menjajal berbagai ide baru yang tampak gurih. Saat sudah menjajal, ternyata ide itu tak segurih yang dibayangkan. Lalu, mereka akan menjajal ide lain yang kelihatan mengilat. Ujung-ujungnya, goal yang ditentukan dalam berbisnis tidak tercapai.

Memang sih, ide baru maupun proyek baru itu enggak selamanya buruk. Misalnya saja, kamu mengeluarkan produk atau layanan baru untuk menaikkan pasar bisnismu. Tentu itu bagus.

Nah, cara mendeteksi ide, gagasan, atau proyek baru sebagai bagian dari Shiny Object Syndrome dengan melihat apakah ide, gagasan, atau proyek baru itu menjauhkanmu dari tujuan bisnis yang sudah ditentukan atau tidak. Jika menjauhkan, berarti hal itu sudah masuk Shiny Object Syndrome.

Namun tenang, sindrom ini bisa diobati kok. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengalahkan sindrom ini.

Pikirkan matang-matang ide baru sebelum mengeksekusi

Pikirkan dulu setiap ide baru yang muncul. Jangan gegara kelihatan gurih, langsung kamu eksekusi. Lakukan beberapa riset sebelum mengeksekusi. Sesuaikan pula, apakah ide ini sesuai dengan tujuan bisnismu atau tidak.

Berdiskusi dengan tim

Setiap ide baru muncul, sebaiknya kamu berdiskusi dengan tim. Coba minta pendapat dan kritikan terhadap ide baru itu.

Tentukan target jangka pendek dan panjang setiap proyek baru

Tentukan target jangka panjang untuk setiap proyek baru, termasuk seberapa lama proyek tersebut akan bertahan. Selain itu, target jangka pendek juga harus kamu tentukan agar fokus tetap terjaga dalam mengerjakan proyek atau ide baru.

Menghentikan proyek jika benar-benar mendesak dan perlu

Saat target jangka panjang sudah kamu set, jangan hentikan proyek baru itu sebelum target tercapai. Satu-satunya pengecualian, bila proyek baru itu mulai menghabiskan anggaran lebih banyak dari perkiraan atau ada perubahan lanskap yang sangat signifikan dan memengaruhi efektivitas proyek secara keseluruhan.

Well, Shiny Object Syndrome memang susah dikalahkan. Tapi bukan berarti enggak bisa dikalahkan. Nah, 4 langkah ini patut kamu lakukan agar bisnismu berjalan sesuai rencana.