Cara Menguji Ide Bisnis Biar Bisa Segera Dieksekusi

Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis yang berkelanjutan berasal dari ide bisnis yang bagus. Namun, ide bisnis yang bagus belum cukup untuk menjamin bisnis kamu berkelanjutan.

Ide bisnis bagus harus realistis dan bisa dieksekusi. Harus ada perhitungan-perhitungan lain untuk memastikan ide itu bisa dijalankan. Lalu, bagaimana cara mengecek ide bisnis yang kamu miliki bisa segera dieksekusi?

Dikutip dari Inc.com, Manish Bhalla, pendiri dan CEO FATbit Technologies, punya resep untuk menguji suatu ide bisnis bisa dijalankan atau tidak. Kamu bisa mengikuti resep dari Manish Bhalla ini.

Pastikan ide bisnis berdasarkan sesuatu yang kamu kuasai

Jangan buang-buang waktu dengan ide bisnis yang kamu sendiri tidak punya kapasitas. Usahakan, mengembangkan ide bisnis berdasarkan kemampuan dan bidang yang kamu kuasai. Hal ini untuk meminimalisasi masalah yang mungkin datang di kemudian hari. Bila kamu tidak menguasai, tentu akan kerepotan menghadapi masalah di bidang yang kamu sendiri tidak tahu sama sekali.

Kamu bisa melakukan survei dan bertukar pikiran tentang ide bisnis yang kamu punya untuk memastikan bisnis tersebut bisa berjalan. Selain itu, sebelum menjalankan ide bisnis, tanyakan pada dirimu, berapa lama kamu bisa bertahan bila bisnis belum menghasilkan profit? Dan, apa tujuan dan visi kamu menjadi seorang pebisnis?

Ketahui kekuatan pesaing

Langkah berikutnya, kamu bisa menganalisis produk atau jasa yang bakal kamu tawarkan. Kamu bisa melihat dulu kondisi pasar dan menengok para pesaing.

Untuk bisa bersaing, kamu pastikan dulu siapa saja pemain yang berlaga di pasar yang hendak kamu tuju dan berapa jumlah market share mereka. Lihat bagaimana mereka memasarkan produk atau jasa, bagaimana reputasi di pasar maupun di dunia internet, serta harga dan kualitas produk atau jasa yang mereka tawarkan.

Hal tersebut akan membantumu untuk mengetahui celah yang ditinggalkan pesaing. Misalnya saja, sisi mana yang tidak ditawarkan pesaing kepada konsumen sehingga kamu bisa masuk dan merebut hati konsumen.

Pelajari model bisnis yang akan kamu pilih

Pelajari model bisnis yang cocok bagi ide bisnismu. Kamu bisa memilih model bisnis online, waralaba, reseller, penjualan langsung, dan sebagainya.

Jangan terburu-buru memilih model bisnis bila kamu belum melakukan pra-analisis. Pelajari lebih dulu. Himpun semua informasi terkait pendapatan, struktur biaya, dan nilai sebelum kamu memutuskan memilih salah satu model bisnis.

Cek keberlanjutan ide bisnis

Keberlanjutan suatu bisnis bergantung pada banyak faktor, di antaranya permintaan dan suplai. Bila produk atau jasa yang kamu tawarkan memberikan solusi baru, kemungkinan bisnismu akan berjalan lama.

Cek ombak dulu sebelum kamu melangkah untuk menghindari kegagalan di masa depan. Cek apakah produk/jasa yang kamu tawarkan bakal disambut oleh konsumen dan konsumen mau membeli. Semua faktor ini akan menentukan apakah ide bisnismu menghasilkan pendapatan yang diharapkan atau tidak.

Mulai minta saran ahli marketing profesional

Tak perlu menunggu bisnis berjalan untuk berkonsultasi dengan pakar marketing. Jika kamu serius berbisnis, kamu bisa memulai berkonsultasi. Pakar marketing akan memberikan detail pemasaran yang efektif sesuai ide dan model bisnis yang kamu pilih. Hal ini juga bisa meminimalisasi biaya berlebih karena salah strategi pemasaran.

Misalnya kamu bergerak di bisnis online, pakar digital marketing bisa memandumu untuk menyiapkan segala platform untuk pemasaran. Dimulai dari personalisasi website dan media sosial. Efektivitas untuk menjaring konsumen bisa meningkat karena customer engagement sangat diperhatikan.

Bagaimana, sudah siap menguji ide bisnismu? Yuk wujudkan #2020harusbisnis dengan lima langkah tadi.