Cara Sukses dari Bisnis Offline ke Online ala Michael Wirawan

Michael Wirawan, CEO Flike Store, Michael's Collection, dan MR Coffeeholic (Foto: Andreas / Smart-money.co)
Michael Wirawan, CEO Flike Store, Michael's Collection, dan MR Coffeeholic (Foto: Andreas / Smart-money.co)

Gerakan migrasi dari bisnis konvensional ke bisnis online sebenarnya sudah terjadi lima tahun belakangan. Namun gara-gara pandemi, pelakunya jadi lebih banyak.

Mereka harus segera beradaptasi agar bisnisnya tidak tutup. Membuka layanan ke online dianggap jadi keputusan paling tepat dibanding bertahan.

Sayangnya, banyak yang beranggapan bahwa membawa bisnis yang sudah lama di offline menuju online itu sangat mudah. Tinggal bikin website atau menjualnya lewat media sosial, selesai deh.

Mohon maaf, ternyata realita tidak semudah itu, Guys. Ada banyak hal yang harus kita perhatikan saat membawa bisnis konvensional atau offline kita ke online.

Pusing? Tenang.

Michael Wirawan, pemilik tiga bisnis Flike Store, Michael's Collections, dan MR. Coffeeholic, punya bocoran menarik yang bisa menenangkan kegelisahanmu. Pengusaha muda berusia 24 tahun ini mau berbagi pengalamannya saat didatangi Smart-Money.co di salah satu gerai usahanya. Yuk simak.

5 Kesalahan Saat Pemain Offline Bangun Bisnis Online

1. Gengsi Belajar

Salah satu hambatan yang banyak dilakukan orang adalah gengsi untuk belajar kembali. Mereka merasa sudah berada di atas saat sukses membangun bisnis konvensional.

Mereka juga merasa online sama saja dengan offline. Padahal, menurut Mike, sapaan Michael, cara berkompetisinya beda, strategi marketingnya beda, maintenance dan engagement ke pelanggan juga beda. Jadi, ketika harus mulai dari nol di ranah online, jangan ragu untuk belajar lagi.

2. Total Meninggalkan Offline

Banyak yang berpikiran pindah ke online itu berarti meninggalkan bisnis konvensionalnya. Lho, kata siapa?

Punya toko fisik alias offline sebenarnya jadi nilai tambah bisnis online kamu. Jadi jangan tinggalkan tokomu. Jaga pelanggan lama dengan baik. Kabarkan mereka kalau kamu telah membuka layanan online. Namun seperti kata Mike, jangan sekadar info "Hai saya sekarang buka layanan online ya".

Mulailah seperti layaknya kamu membuka bisnis baru. Berikan award pada mereka yang setia pada produkmu. Misalnya, "Hai, kalau kamu beli produk kami lewat online, ada hadiahnya lho; kalau beli 2 gratis 1, lho; dan lain-lain"

Sebaliknya, sambut pelanggan baru untuk memperluas pasar kamu. Kabarkan ke mereka bahwa kamu juga punya toko.

Di sinilah letak keunggulan bisnis kamu. Sebab keberadaan toko kerap menambah kepercayaan pelanggan baru.

3. Ingin Cepat Sesukses Offline

Baru buka layanan online lalu minder karena follower masih sedikit? Untuk orang yang tidak sabar, mereka mungkin akan membeli follower sebanyak-banyaknya agar tidak kalah bersaing dengan kompetitor.

"Please, jangan lakukan itu," kata Mike. Jangan pernah berpikir bahwa follower bisa ditukar dengan penjualan.

Ambil contoh Toko X baru punya akun Instagram. Sebulan buka, follower-nya stuck 300-an. Pemiliknya lalu ambil jalan pintas dan membeli follower menjadi 500 ribu.

Pertanyaannya, apakah penjualannya juga akan mencapai ratusan ribu pembeli? Lho, follower tadi kan palsu. Bagaimana caranya follower palsu membeli produkmu?

4. Belum Paham Algoritma Bisnis Online

Poin ini berhubungan dengan poin pertama mengenai gengsi belajar. Menurut Mike, algoritma di bisnis online itu berbeda.

Terkait follower, kata Mike, "Saat ini potensi atau target behaviour-nya hanya 7-10 persen dari total followers. Semua tergantung seberapa engage profile kamu dengan customer. Sementara dari angka tersebut yang baru view untuk di-convert kembali menjadi calon buyer, paling hanya 1 persen saja."

Artinya, jangan beranggapan bahwa bisnis online itu berebut follower. "Yang harus kita rebut itu hati customer," katanya lagi.

5. Tidak Siap dengan Konten

Salah satu senjata untuk berpromosi di ranah online adalah media sosial. Saat memutuskan membuat akun media sosial, pikirkan juga soal konten-kontennya.

Bisa dibilang, konten adalah wajah bisnismu, dan pelanggan melihatnya. Jika kontenmu saja "tak tersenyum" ya siap-siap saja kalah dengan kompetitor yang jumlahnya sangat banyak.

Menurut Mike, salah satu hal termudah untuk membuat konten adalah mengikuti berita. Sediakan waktumu untuk pantau berita terkini, maka kamu akan mendapatkan ide untuk menjual produkmu.

Itu tadi 5 hal yang mungkin terlewat dalam rencanamu saat membangun bisnis online. Poin berapa saja yang enggak kepikiran?

Simak insight menarik lainnya dari Michael Wirawan di video berikut ini.

Cara Sukses dari Bisnis Offline ke Online ala Michael Wirawan