Empat Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Memulai Bisnis

Ilustrasi
Ilustrasi

Kadang, pilihan untuk berwiraswasta selalu menggoda. Kamu bisa jadi bos untuk diri sendiri, mungkin kamu bisa dapat peluang cepat kaya, waktu lebih fleksibel, dan sebagainya. Yang sering dilupakan orang adalah; bisnis itu rimba yang kejam.

Kamu harus tahu pahit-pahitnya dulu. Pebisnis berpengalaman saja sering gagal, bagaimana kamu yang pemula? Peluang kamu gagal, bisa jadi lebih besar daripada peluang keberhasilanmu.

Meski begitu, kita bisa mengukur sendiri kemampuan dan kesiapan dalam berbisnis. Inilah lima pertanyaan yang harus dijawab sebelum memulai bisnis, seperti dilansir dari Entrepreneur.com.

Bisakah kamu bertahan dalam kondisi lebih susah dari sekarang?

Menjadi entrepreneur tak identik dengan banyak uang. Meski kamu menjadi bos untuk dirimu sendiri, kamu pasti akan bersusah-susah dulu ketika mengawali bisnis. Bisa jadi pendapatanmu malah jauh lebih sedikit daripada saat masih bekerja kantoran. Siap atau tidak, jika hal ini terjadi dan kamu harus lebih ketat dalam mengencangkan ikat pinggang?

Mental kamu sudah siap?

Poin pertama tadi soal finansial. Yang ini soal mental. Tingkat stres yang dialami pebisnis bisa jauh lebih tinggi dari pekerja kantoran, yang ibaratnya aman karena tiap bulan dapat gaji. Sebagai pebisnis, kamu harus siap bekerja lebih lama. Biasanya juga kamu akan memulai segalanya sendirian.

Maukah kamu belajar?

Sebagai pebisnis, kamu harus punya beberapa skill sekaligus. Kamu harus memahami lima inti skill dalam berbisnis seperti penjualan, pemasaran, manajemen, perencanaan, dan kemampuan beradaptasi. Jika kamu tidak punya skill tersebut, tentu kamu harus mempelajarinya lebih dulu.

Siapkah kamu menjadi atasan?

Pada saatnya, mungkin kamu akan punya anak buah. Mungkin kelihatannya enak, punya anak buah yang bisa disuruh-suruh. Kenyataannya, tidak segampang itu. Kita berhubungan dengan sesama manusia, yang punya pemikiran sendiri dan sangat kompleks. Menemukan orang yang punya skill sekaligus bisa dipercaya mungkin akan sangat sulit.

Sebagai bos, kamu juga harus bisa menjadi mentor yang baik dan menjadi contoh. Kalau bosnya saja sering datang terlambat, anak buah pun akan malas datang tepat waktu.

Pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin menyudutkan, tapi bisa dibilang memang harus dipahami dulu sebelum memulai bisnis. Jika kamu merasa yakin dan menjawab “siap” terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas, coba mulai bisnismu.

Kalau perlu modal, sekarang mendapatkan pinjaman modal bisnis sangat mudah. Salah satunya kamu bisa memanfaatkan program kredit modal kerja yang ada di BCA.

Penasaran? Coba deh klik tautan ini untuk jadi solusimu. Saatnya jadi bos untuk diri sendiri.