Facebook: Yang Diprediksi Terjadi pada 2025 Bakal Terjadi Sekarang

Ilustrasi
Ilustrasi

Pada tahun 2019 lalu, Facebook pernah melakukan riset soal perubahan perilaku konsumen digital. Mereka memprediksi bahwa akan terjadi perubahan besar-besaran dari cara belanja masyarakat Asia Tenggara. Namun adanya pandemi rupanya telah mempercepat prediksi itu 5 tahun lebih awal.

Ini bukan sekadar angka. Coba ingat, kapan terakhir kali kamu belanja tanpa kontak? Sebulan yang lalu? Seminggu yang lalu? Atau kemarin?

Apa yang terjadi sekarang memang menunjukkan bahwa konsumen digital mengalami akselerasi pertumbuhan yang sangat cepat. Dan seperti disebutkan tadi, pandemi telah jadi salah satu faktor mengapa perubahan tersebut datang lebih awal.

Hal ini disadari Facebook ketika kembali mengadakan studi lanjutan pada 2020 bersama Bain & Company. Survei dilakukan pada sekitar 16.500 konsumen digital dan wawancara dengan sekitar 20+ CXO di enam negara di Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Konsumen digital yang disurvei adalah mereka yang telah melakukan transaksi online setidaknya untuk 2 kategori produk dalam 3 bulan terakhir.

Benar saja. Riset yang kemudian diberi judul Digital Consumers of Tomorrow Here Today tersebut menunjukkan percepatan yang signifikan.

Di Indonesia saja, konsumen digital telah tumbuh dari 119 juta jiwa, atau 58 persen dari total populasi pada 2019, menjadi 137 juta, yakni 68 persen atau lebih dari separuh dari total populasi pada 2020.

Dengan angka ini—yang digabungkan dengan pertumbuhan di negara lain—diprediksi hampir 70 persen konsumen di Asia Tenggara akan beralih ke digital pada akhir tahun. Artinya, di akhir 2020 nanti, konsumen digital akan mencapai sekitar 310 juta orang. Dan angka ini akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depannya.

Lalu apa yang bisa kita petik dari prediksi tersebut?

Tentu saja ada banyak hal. Salah satunya adalah mengambil peluang bisnis dari situ. Pastikan bisnis kamu sudah dilengkapi dengan layanan pembayaran digital.

Daftarkan merchant kamu untuk ikut QRIS (QR Code Indonesia Standar). Sebab dengan terdaftar sebagai merchant QRIS, kamu secara tidak langsung telah menambah potensi penjualan bisnis kamu.

Soalnya pemerintah sendiri sudah menetapkan QRIS sebagai standar pembayaran nasional. Apapun aplikasi yang dimiliki pelanggan, semua bisa di-scan di QRIS.

Jadi, yuk segera daftar QRIS. Pakai mesin EDC BCA aja.

Mesin EDC BCA bisa mencetak kode QR yang bisa digunakan oleh semua aplikasi pembayaran berbasis QR. Dengan EDC BCA, potensi penjualan kamu meningkat pesat karena bisa terima pembayaran dengan kartu kredit, debit, flazz, dan tentu saja QRIS.

Klik di sini untuk cara mendapatkannya.