Fokus Pada Segmen Baru, Kunci Pelaku Toko Daring Baru Saingi Pemain Besar

bisnis
bisnis

Pasar Indonesia memang besar. Pengguna internet dan penetrasi gawai (gadget) yang luar biasa membuat pasar daring (online) Indonesia menggiurkan. Untuk para pemain baru, tentu pertanyaan yang kerap muncul adalah, mungkinkah bisa menyaingi pemain besar?

Hasil studi Peta E-commerce iPrice di kuartal I 2018 menunjukkan peta toko daring di Indonesia. Dalam hal ini, Lazada masih di posisi puncak sebagai marketplace dengan jumlah pengunjung tertinggi. Setelahnya ada Tokopedia dan Bukalapak.

CEO dan Co-founder iPrice David Chmelar bilang, untuk meningkatkan valuasi bisnis di pasar yang kompetitif ini bisa dengan fokus pada segmentasi tertentu. Di pasar yang penuh pelaku bisnis, pemain baru perlu menciptakan proposisi nilai yang unik dengan menjual barang untuk segmentasi tertentu.

"Seperti Otten Coffee yang khusus menjual barang-barang bagi pecinta kopi, Maskoolin yang menjual fesyen khusus pria, dan Hijup yang khusus menjual pakaian muslimah," ujar David. Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan pemain baru adalah tidak memprioritaskan pengalaman belanja konsumen.

Sama seperti toko fisik, pemain baru harus memastikan perjalanan pelanggan semulus di situs mereka. Sebab, pelaku bisa mudah kehilangan konsumen jika pengalaman belanja pelanggan tidak sesuai harapan mereka seperti produk minim deskripsi, pilihan pembayaran terbatas, pilihan pengiriman barang tidak lengkap, dan lain sebagainya.

Perihal iklan, David mengatakan, belanja iklan memang penting dan semua orang bisa menciptakan iklan yang bagus. Namun, pengalaman belanja yang buruk tetap akan membuat penjualan sulit. Menurut David, untuk tumbuh dan mampu bersaing, bisnis e-dagang harus punya strategi pemasaran komprehensif.

"(Pelaku baru) perlu mengidentifikasi tujuan, visi dan misi serta target pelanggan, rencana promosi multi-channel dan banyak hal lainnya. Tidak bisa dipungkiri, multi-channel marketing merupakan strategi yang efektif untuk menjemput audience yang lebih besar," pungkas David seperti dikutip Marketeers.

MORE FROM MY SITE