Gunakan Twitter Sebagai Alat Pemasaran yang Memanfaatkan Momentum (1)

twitter
twitter

Konten-konten visual memang menarik. Hal ini yang akhirnya membuat orang lebih menggunakan media sosial yang memang menjadi tempat orang menerbitkan konten-konten visual. Namun, bukan berarti media sosial blog mikro ditinggalkan begitu saja.

Tren yang terjadi saat ini, ketika orang mencari tahu apa yang sedang terjadi di dunia, orang akan mengakses Twitter. Dus, fungsi ini masih relevan dengan merek yang ingin membuat kampanye dengan memanfaatkan momentum.

“Uniknya, ketika ada platform media sosial lain sedang down, orang akan melakukan verifikasi melalui Twitter,” kata Country Industry Head Twitter Indonesia & Malaysia Dwi Adriansah seperti dikutip Marketeers.

Menurut Dwi, hal yang membedakan Twitter dengan media sosial lain adalah, merek bisa membangun kedekatan dengan pelanggannya secara langsung lewat blog mikro itu. Di Twitter, orang menganggap bisa berbicara langsung dengan merek atau pihak tertentu.

“Sederhananya, orang ke Twitter, tanya ke brand, pasti dijawab,” kata dia seperti dikutip Marketeers. Di sisi lain, Dwi juga mengungkap bahwa hampir semua merek menggunakan Twitter untuk berkomunikasi langsung dengan pelanggan.

Tak heran, banyak perusahaan, seperti telekomunikasi dan perbankan memanfaatkan sifat kedekatan Twitter untuk membangun layanan konsumen mereka. Apalagi, konsultan bisnis McKinsey mengungkap bahwa cost per social interaction di Twitter pun terbulang murah, sekitar US$1.

Lebih lanjut, hasil riset Twitter dengan Applied Marketing Science pada 2015 lalu menemukan bahwa semakin cepat merek menjawab tweet pelanggan, kesempatan penjualan merek pun akan ikut meningkat.

“Di industri penerbangan misalnya, jika brand berhasil menjawab dan memberi solusi atas komplain pelanggan di Twitter kurang dari enam menit, mereka bisa upselling produk mereka ke pelanggan sebanyak US$20,” ungkap Dwi.

Dwi melanjutkan, alasan merek menggunakan Twitter dalam kampanye pemasaran adalah karena platform ini mampu memanfaatkan momen yang terjadi saat itu. Seperti yang dilakukan operator telekomunikasi AXIS ketika pemerintah mendorong masyarakat melakukan registrasi ulang kartu prabayar.

Berlanjut ke bagian kedua untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut.