Inovasi-inovasi Unik Brand Ternama Selama Pandemi (Bagian 1)

Ilustrasi
Ilustrasi

Pandemi COVID-19 rupanya tak menghentikan imaji-imaji kreatif para entrepreneur. Dalam situasi tak menguntungkan, justru lahir ide-ide brilian yang bisa menyelamatkan bisnis mereka.

Tak cuma sekadar bertahan, ide-ide tersebut malah membuka peluang baru untuk mengembangkan bisnis mereka, sekaligus menjadi solusi bagi pelanggannya.

Yuswohady, Managing Partner Inventure, dalam laporannya menyebutkan sedikitnya ada 50 inovasi unik yang dilakukan sejumlah perusahaan untuk bertahan dan menyalip pesaingnya di tengah krisis. Nah, dari inovasi-inovasi tersebut, kita bisa ambil sebagai pelajaran untuk melahirkan ide kreatif kita sendiri, lho.

Apa saja contohnya? Simak yuk beberapa inovasi unik, seperti dikutip dari The 50 Survival Innovation Ideas That Matter dari Inventure Knowledge. Beberapa poin berikut bisa kamu jadikan inspirasi untuk mengembangkan bisnismu.

1. Kopi Seliter @Home

Sudah pernah pesan kopi 1 liter? Beberapa kedai kopi belakangan ini mulai mengeluarkan menu untuk 1 liter kopi. Inovasi ini sangat unik karena menghemat penggunaan 2-3 gelas menjadi 1 botol. Beberapa pemain coffee shop lokal yang mengeluarkan varian menu 1 liter ini misalnya Kopi Tuku, Kopi Toko Djawa, Bahagia Kopi, Kopi Kenangan, Filosofi Kopi, Anomali Coffee, dan beberapa brand lainnya.

2. Travelogistics

(Sumber: Blue Bird)

Bisnis travel menjadi salah satu sektor yang paling terpukul saat pandemi. Namun sejumlah brand besar seperti Cititrans, Daytrans, Big Bird, dan beberapa lainnya sampai beralih layanan dari mengantar penumpang jadi mengantarkan barang. Mulai dari paket reguler, same-day delivery, hingga jemput paket dibuka. Hal ini kemudian melahirkan istilah travelogistic yang merupakan transformasi atau adaptasi dari travel dan logistik.

3. On-Demand Cleaning Services

Selain travel, sektor perhotelan juga jadi salah satu sektor yang terdampak hebat. Nah, menariknya sejumlah brand hotel mencoba berinovasi dengan memanfaatkan meningkatknya produk atau layanan kesehatan.

Mereka mencoba menawarkan layanan housekeeping, khususnya cleaning services ke rumah-rumah. Brand-brand hotel yang sudah mencobanya seperti Hotel Teraskita (by Dafam), Hotel Ambhara dan beberapa lainnya. Wah, seperti apa ya rasanya apabila rumah kita mendapatkan service berkelas hotel?

4. Home Leisure Wear

Sektor lainnya yang juga terkena dampak adalah fesyen. Ketika masyarakat mulai menahan diri untuk tidak ke pusat perbelanjaan, sejumlah brand fesyen mendorong tren “homeleisure wear” dengan jargon meski di rumah, tapi pakaian tetap fashionable karena masih bisa ditunjukkan di media sosial. Adapun brand yang sudah mencoba inovasi ini misalnya seperti H&M, yang mulai mempromosikan produk fesyen pajama & loose style.

5. Produk Tanpa Menyentuh

Tingginya penyebaran virus korona membuat banyak orang lebih berhati-hati untuk bersentuhan dengan apapun. Inilah yang kemudian memunculkan contactless lifestyle jadi tren sekarang. Sejumlah brand pun kemudian mulai membuat inovasi untouchable product.

Salah satunya adalah TOTO yang mengeluarkan produk sanitary yang memungkinkan penggunanya tidak perlu memegang atau menekan tombol apapun ketika menggunakannya. Selain itu, fitur ultraviolet yang membuat penggunanya lebih aman terhindar dari bakteri juga ditambahkan. Dengan demikian, pengunjung pun jadi lebih tenang saat menggunakan toilet umum.

Lanjut Bagian 2 ya. Ada inovasi dari restoran, hotel, dan lainnya yang pasti ingin kamu tahu.

Bagian 2