Jangan Buru-Buru Fokus Cari Untung Ketika Baru Lakukan 'Branding'

Sakuku Markas 2018
Sakuku Markas 2018

Untuk mencapai tujuan bisnis, khususnya untuk mencatatkan penjualan, ada proses yang tidak pendek yang harus ditempuh sebuah perusahaan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengenalan pada merek (branding) produk.

Setelah khalayak mengenal merek dan kualitas produkmu, maka proses akan semakin dekat pada penjualan. Namun, hal ini tetap harus dilakukan sesuai ritme, tidak bisa terburu-buru.

Sebagai pemilik bisnis, kamu bisa belajar dari langkah yang diambil PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Bank swasta ini memiliki produk yang menyasar generasi muda (milenial), yaitu aplikasi uang elektronik Sakuku.

Aplikasi ini akan memberikan pengalaman yang mempermudah proses transaksi, beli pulsa hingga patungan dengan teman. Salah satu pendekatan untuk branding yang dilakukan BCA untuk Sakuku adalah dengan menjadi sponsor ajang yang padat milenial seperti MARKAS 2018 besutan forum daring (online) Kaskus.

"Kami ingin milenial mencoba dan merasakan secara langsung keuntungan dari Sakuku di ajang ini," kata Senior Vice President Marketing Communication BCA Norisa Saifuddin pada Smart-Money di Jakarta (11/4).

Norisa menuturkan, sebelum mulai fokus untuk urusan bisnis, dalam tahap branding sebuah perusahaan harus sudah mendapatkan gambaran peluang pasar yang ada.

"Kita sudah menjadi sponsor MARKAS sejak tahun pertama. Saat itu, kami hanya ingin branding, jadi kami hanya presence di ajang itu dengan membuat booth tanpa aktif melakukan komunikasi atau memberi gimmick tertentu," paparnya.

Di tahun ketiga ini, Norisa bilang, setelah dua tahun melihat kondisi pasar dan mendapat gambaran bidikan pasarnya, BCA sudah mulai memikirkan untuk sisi bisnisnya.

"Di tahun ketiga ini, kami mulai memikirkan bisnis. Namun, masih sebatas untuk menarik perhatian milenial dan memberi pengalaman yang flawless pada mereka mengenai Sakuku. Kami ingin terlibat dengan kegiatan pengunjung. Tahun depan mungkin baru kami buat target angka," katanya.

Norisa melanjutkan, ia optimistis bisa berhasil dengan skema menjadi sponsor di ajang-ajang yang sesuai bidikan produknya.

"Untuk tahun lalu dimana kita belum fokus pada bisnis, kurang lebih sudah tercatat ada sekitar 2.500 transaksi dengan Sakuku. Di tahun ini, potensi bisnis sudah mulai terlihat dan kita ingin fokus pada bisnis. Makanya kita memberi banyak keuntungan bagi pengunjung," pungkasnya.