Jangan Karena Digitalisasi Marak Lantas Lupakan yang Konvensional

Infobank Digital Brand Awards 2018
Infobank Digital Brand Awards 2018

Era digital memang sudah tiba. Menghadapi perubahan ini, banyak perusahaan seolah berbondong-bondong untuk menjalani proses digitalisasi. Segala hal akan dihubungkan dengan teknologi.

Lantas, apakah hal yang sifatnya masih konvensional harus ditinggalkan begitu saja Jawabannya tidak. Setidaknya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tidak serta merta mematikan lini bisnis yang sifatnya masih konvensional.

Menurut Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, BCA hingga kini masih mengembangkan layanan konvensionalnya. Salah satunya adalah dengan menambah jumlah kantor cabang di tahun ini.

"Kami masih mengembangkan layanan konvensional dengan memperluas ekspansi kantor cabang. Meski hanya 3% transaksi terjadi di kantor cabang, namun nilai keuntungannya mencapai 57%, lebih besar dari 97% transaksi digital di BCA," katanya di ajang Infobank Digital Brand Awards 2018, Jakarta (25/4).

Meski demikian, Jahja mengakui bahwa pembukaan kantor cabang baru memang tidak sebanyak sebelum masuk ke layanan digital. Dulu, BCA bisa mengeluarkan biaya investasi yang besar untuk membuka banyak kantor cabang.

"Dulu, dalam setahun kita bisa membuka sampai 80 kantor cabang. Namun, seiring masuk ke dalam tren digitalisasi, jumlahnya kami kurangi, bukan dihapus. Tahun ini misalnya, kita akan bukan 20-30 kantor cabang baru di Indonesia," katanya.

Jahja melanjutkan, kantor cabang baru tersebut nantinya akan berfungsi untuk memberikan pembiayaan mikro dan ritel pada nasabah.

"Dari trennya, banyak bank yang menutup kantor cabangnya untuk mengikuti digitalisasi. Namun, kami akan tetap bangun kantor cabang untuk mikro bisnis," katanya.