Kata Pakar Digital Marketing Soal Nama Brand yang Ideal

Memilih brand, sulit atau tidak?
Memilih brand, sulit atau tidak?

Punya nama idaman untuk jadi brand bisnis kamu? Yakin nama tersebut cukup ideal dan bakal sukses? Kalau masih ragu, lanjut baca yuk.

Seorang Pakar Digital Marketing asal Inggris, Neil Patel, pernah membagikan tips soal mencari nama brand ideal. Beberapa masukan tersebut ia tuang dalam sebuah artikel di website pribadinya, Neilpatel.com.

Nah, menurutnya, brand atau merek adalah awal dari segalanya. Kamu boleh menguasai teknik pemasaran; strategi penjualan; dan lain-lain, tapi kalau tidak punya brand yang kuat maka akan percuma.

Jadi, sebelum melangkah lebih jauh saat membangun brand, yakini dulu apakah nama brand yang kamu pilih sudah tepat atau belum.

(Baca: Tips Memilih Nama Brand yang Menarik)

Biar ada bayangan, catat yuk beberapa syarat yang harus kamu penuhi saat memilih nama brand, menurut Neil Patel.

1. Pesan yang Jelas

Jangan pilih nama yang bikin bingung. Misalnya kamu ingin menggunakan kata “segar”, ya orang akan berpikir bahwa brand kamu untuk sejenis minuman. Jadi jangan gunakan kata segar untuk produk furnitur.

2. Tren

Tren di sini bukan berarti ikut-ikutan orang lain ya, tapi lebih kepada mengikuti zaman. Misalnya kamu ingin menggunakan kata “Anjay” dan kamu artikan sebagai akronim dari Angkringan Jayakarta. Itu namanya mengikuti zaman.

3. Mudah diingat

Agar mudah diingat, perhatikan panjang pendeknya kata. Tapi bukan berarti agar orang tidak lupa kamu pakai huruf sedikit mungkin ya. Lagipula, sah-sah saja kok kalau kamu ingin menggunakan modifikasi bahasa. Misalnya seperti lezatoh, wenak, ngenyangin, dan lain sebagainya. Bagus lagi bila kamu bisa menciptakan “kata baru” seperti yang dilakukan Blibli, Shopee, Tokopedia, Gojek, dan lain sebagainya.

4. Tidak Menyinggung SARA

Jangan pernah melakukan ini bila tidak ingin dihujat. Brand mengandung SARA jelas hanya akan mengundang emosi orang lain. Mungkin di awal akan mengundang perhatian, tapi selanjutnya akan berbahaya.

5. Deskriptif

Jika brand pilihan kamu bisa bersifat deskriptif itu akan bagus banget. Sifat deskriptif di sini maksudnya mampu menjelaskan tentang produk kamu tanpa penjelasan panjang lebar. Misalnya, Dekoruma. Orang tahu ini seputar furnitur untuk dekorasi rumah.

6. Mudah Diterjemahkan sebagai Merek

Tips ini mungkin bisa diperdebatkan. Namun menurut Patel, sebuah brand akan lebih baik bersifat brandable, yang jika ada orang asing menerjemahkannya akan tetap seperti itu.

Misalnya kamu memilih nama Embun Segar, khawatirnya orang asing akan menyebutnya Fresh Dew. Beda dengan Polytron yang tidak bisa diterjemahkan ke bahasa lain.

7. Punya Daya dan Potensi Jual

Tips terakhir ini memang agak sulit. Sebab kamu harus menentukan siapa pasar yang ditargetkan. Agar mempermudah, kamu bisa melakukan beberapa cara. Misalnya seperti minta pendapat ke orang lain soal nama brand kamu; sebut berulang-ulang dengan keras apakah terdengar komersial atau tidak; simulasikan ke kemasan, lihat apakah nama brand kamu enak dilihat/dibaca di produk.

Itu tadi tujuh syarat agar sebuah brand bisa disebut ideal. Namun Patel mengingatkan bahwa meski brand kamu sudah mengandung tujuh unsur di atas, pertimbangkan juga bagaimana skenario kamu berpromosi dengan nama itu. Sebab tanpa promosi, bagaimana bisa brand kamu dikenal luas?

Manfaatkan Media Sosial

Salah satu cara terbaik untuk berpromosi di zaman sekarang adalah dengan memanfaatkan media sosial. Media ini merupakan platform paling ramai dan efektif untuk menarik minat para calon pelanggan. Malah saking pentingnya, media sosial menjadi fokus utama marketing perusahaan dunia.

Diambil dari Harvard Business Review, sebanyak 79% perusahaan memastikan diri untuk memakai media sosial sebagai strategi pemasarannya. Disebutkan juga bahwa 58% perusahaan sudah memakai pemasaran media sosial dan 21% sisanya sedang dalam tahap prepare.

Maka dari itu, yuk kenalkan brand kamu lewat medsos. Buat konten yang menarik. Misalnya ilustrasi mengenai produk, bagaimana kamu menyambut pelanggan, atau lewat promo-promo menarik.

Pada dasarnya pelanggan mana pun pasti senang apabila diperlakukan sesuai harapan mereka. Nah kamu bisa mendemonstrasikannya lewat medsos.

Berilah pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Misalnya dengan menginformasikan bahwa tokomu bisa menerima pembayaran nontunai, baik itu dengan kartu maupun digital dengan ponsel.

Tawarkan juga pembayaran yang sedang tren saat ini, yakni pembayaran dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sebuah sistem yang diluncurkan Bank Indonesia yang memungkinkan transaksi pembayaran digital nontunai dengan hanya menggunakan satu QR code saja.

Terdengar terlalu high-tech untuk warung kecil, kios atau kedai kecilmu? Ah tidak juga. Justru dengan bisa menerima pembayaran nontunai, kamu sudah membuka peluang lebar-lebar menggaet lebih banyak pelanggan zaman sekarang.

Untuk itu, kamu bisa memanfaatkan EDC BCA yang bisa menerima segala jenis pembayaran mulai dari Kartu Debit, Kartu Kredit, Flazz, bahkan QRIS. Untuk merchant baru bisa gratis sewa, lho.

Dapatkan EDC BCA di sini.

Bagaimana? Siap jadi entrepreneur?