Ketika Keinginan Digital Native Menentukan Segalanya

Ilustrasi
Ilustrasi

Teknologi rupanya benar-benar mengubah segalanya. Generasi digital native pun makin dimanjakan dengan berbagai kemudahan.

Mulai dari kegiatan belanja sampai ke transaksi segala rupa sekarang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Semua menjadi tidak terbatas jam operasional toko fisik lagi.

Metode belanja daring pun cocok dengan generasi ini. Mereka jadi kian terbiasa membeli tiket konser, gawai, pakaian, bahkan sampai makanan secara daring.

Masifnya peredaran uang virtual juga makin digemari. Apalagi tingkat pendidikan juga sudah lebih baik, sehingga mereka yang paham bahwa transaksi digital itu aman jadi semakin banyak. Semua ini tak terlepas dari peran teknologi yang kian berkembang dengan cepat.

Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Armand Hartono mengamati peran teknologi ini. Ia mengatakan bahwa apa pun yang kita ciptakan akan digantikan dengan barang teknologi baru.

Bahkan dari kacamata pebisnis, teknologi juga menjadi alat yang membantu dalam mengembangkan usaha. Kebutuhan akan teknologi seakan sudah jadi barang wajib, tanpa kecuali.

Dalam berbagai kesempatan, termasuk saat dirinya memberikan kata penutup pada gelaran BCA Young Community Conference 2019, beberapa waktu lalu, Armand mengatakan berbisnis dengan menerapkan teknologi membuat peluang pasar terbuka lebih luas. Berbisnis lewat internet akan mempermudah mempromosikan produk, mencari konsumen, pelanggan.

"Jadi jangan lawan arus," katanya.

Singkatnya, kebutuhan digital native atau generasi yang lahir di mana teknologi sudah berada di lingkungannya, menjadi kunci keberhasilan bisnis masa kini. Siapa yang bisa mengikuti kemauan generasi ini, niscaya akan bertahan.

Nah, masukan penting nih untuk kamu yang ingin atau sudah menjalani bisnis. Tingkatkan terus riset tentang keinginan pasar ya.