Ketika Tren & Peluang Bertemu, Saatnya Cari Cuan di Ramadan

Pendiri Youth Laboratory Indonesia Dr Muhammad Faisal MSi
Pendiri Youth Laboratory Indonesia Dr Muhammad Faisal MSi

Tren gaya hidup anak muda masa kini nampaknya cenderung mengarah pada hal yang bersifat relijius. Dus, anak muda semakin selektif dalam memilih produk dan merek yang halal.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta pun pernah mengatakan pada Kompas bahwa populasi muslim di Indonesia dan ASEAN terus meningkat.

Hasil riset lembaga survei Pew Research Center bertajuk 'Forum on Religion & Public Life' memproyeksi total penduduk muslim dunia meningkat dari 1,6 miliar jiwa di 2010 menjadi 2,2 miliar jiwa pada 2030.

Alhasil, tren ini membuat pasar produk halal semakin menggiurkan. "Peningkatan populasi muslim di Indonesia merupakan sebuah peluang cukup besar bagi produsen produk halal," ujarnya.

Pendiri Youth Laboratory Indonesia Dr Muhammad Faisal MSi pun menguatkan fakta tersebut. "Saat ini anak muda semakin relijius. Mereka rajin mempelajari isu relijius. Ini relevan dengan munculnya pasar halal yang besar," katanya.

Faisal melanjutkan, dengan strategi yang tepat, pemilik usaha bisa memanfaatkan kondisi ini untuk mendapatkan untung.

"Anak muda ini banyak yang antibrand. Agar sukses (memikat mereka), sebuah merek harus memberikan sebuah kisah yang menarik. Misalnya, sebuah merek ikut berperan dalam suatu isu sosial atau aktif terlibat dengan komunitas," kata Faisal di acara BCA Young Community Gathering belum lama ini.

Jadi, lanjut Faisal, pemilik usaha perlu memahami kalender Islam dan mampu mengkurasi konten bernuansa Islam. "Jadi, merek harus terus membangun persepsi bahwa mereknya memang mengintegrasikan diri dengan isu sosial dan memiliki nilai Islam," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE