Makna Mudik Bagi Milenial

Pasangan muda
Pasangan muda

Bagi yang merayakannya, Lebaran adalah momen yang paling ditunggu. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, momen kemenangan ini menjadi momen yang mengharukan.

Bagaimana tidak, pada saat Lebaranlah semuanya saling bermaaf-maafan, melupakan segala kesalahan yang pernah dibuatnya baik yang disengaja maupun tidak. Tak terkecuali kepada kedua orangtua, di mana pun mereka berada.

Nah, lantaran kebanyakan orangtua berada di kampung halamannya, banyak orang berbondong-bondong untuk pulang. Kegiatan ini kemudian menjadi tradisi turun-menurun yang lantas biasa disebut mudik.

Mudik bisa dibilang sebagai bentuk penghormatan kita terhadap tanah kelahiran dan orangtua. Itulah kenapa tradisi mudik dinilai punya manfaat tersendiri bagi generasi milenial. Sebab jika generasi ini tidak lagi mengikuti tradisi mudik, bukan tidak mungkin semuanya akan hilang termakan zaman.

Lalu apa sih manfaatnya? Yuk simak beberapa poin berikut ini.

1. Meningkatkan Rasa Berbakti

Tanpa disadari, tradisi mudik secara tidak langsung bisa mengajarkan kamu untuk belajar berbakti. Baik itu berbakti kepada leluhur, orangtua, ataupun tanah kelahiran. Tidak ada salahnya kok. Setahun sekali pula.

2. Bersilaturahmi Langsung

Zaman boleh bertambah canggih. Bertatap muka dan bertegur sapa pun sudah bisa menggunakan ponsel. Ini tidak salah. Malah bagus terutama untuk mereka yang kampungnya memang sangat jauh. Namun bersilaturahmi secara langsung diyakini masih memberikan kesan lebih dibanding yang sebatas melalui layar ponsel.

3. Mencerminkan Kemampuan Diri

Tanpa bermaksud menyombongkan harta, mudik ke kampung halaman cenderung bisa menunjukkan bahwa diri kita lebih baik dari tahun ke tahun. Peningkatan diri tersebut secara tidak langsung bisa membuat keluarga bangga. Pada akhirnya, kebahagiaan keluarga akan makin momotivasi kamu untuk selalu meningkatkan kemampuan diri ke arah yang lebih baik lagi.

Bagaimana menurut kamu? Selalu berikan yang terbaik ya.