Mari Mulai Belajar Manajemen Merek (1)

Mari Mulai Belajar Manajemen Merek (1)
Mari Mulai Belajar Manajemen Merek (1)

Salah satu hal yang membedakan perusahaanmu dengan perusahaan lain adalah lewat merek. Awalnya, merek dibuat untuk membedakan produk atau jasa milikmu dengan pesaing.

Manajemen merek berperan untuk dalam meyakinkan pelanggan, pemasok, atau siapa pun bahwa perusahaanmu punya bisnis yang bisa dipercaya. Sederhananya, perusahaan butuh manajemen merek agar produknya lebih dikenal.

Selain itu, merek juga bisa meningkatkan nilai konsumen (customer value) pada produk atau jasa yang ia tawarkan. Pada akhirnya, hal tersebut akan membuat merek tampil beda dari pesaing.

Nilai konsumen kerap diartikan sebagai manfaat bagi pelanggan saat membeli produk, bukan apa yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan produk tersebut. Manfaat ini bisa berupa manfaat fungsional maupun emosional.

Konsep manajemen merek ini juga menjadi perhatian utama kedai kopi khusus Tanamera Coffee. Seperti diketahui, saat ini banyak kedai kopi bermunculan. Di sini, Tanamera memosisikan diri sebagai pemain kopi khusus dengan standar internasional.

"Banyak kedai kopi mengklaim sebagai kopi khusus tapi ternyata belum standar internasional. Ini adalah jarak di pasar Indonesia soal kopi yang disajikan untuk penikmatnya," ujar pemilik Tanamera Coffee Dini Aryani Criddle.

Keawasan soal kopi menjadi pekerjaan rumah tiap kedai kopi, terlebih pengusung kopi khusus. Sebab, tak semua orang tahu perbedaan robusta dan arabika, apalagi kopi khusus.

"Di awal memang sulit. Konsumen tak peduli soal kopi yang mereka minum. Misalnya, masih banyak orang minum cappuccino pakai gula," kata Dini. Namun, Dini bilang, sekali mereka minum kopi yang bagus, mereka tak akan mau lagi mencoba yang lama.

Sederhananya, kopi khusus merupakan produk kopi untuk para spesialis kopi. Dini yakin, merek yang baik berawal dari produk yang baik. Karenanya, ia siap berinvestasi untuk mesin, desain interior, roasting, hingga karyawan.

"Semua harus punya level terbaik. Kami ingin menjadi merek yang lekat sebagai grade one green bean di Indonesia. Kami bertekad mengangkat kopi Indonesia ke panggung internasional," kata Dini.

Dini bilang, bagi merek yang sedang mengedukasi pasar, strategi harga juga jadi perhatian. Jangan sampai harga yang dibebankan dipersepsikan mahal.

"Merek yang dikelola dengan baik bisa membuat orang tak lagi memikirkan harga. Kalau dia sudah suka sama kopinya, mereka tak peduli harganya," akunya.

Berlanjut ke bagian kedua.