Memaksimalkan Bisnis Daring dan Luring Ala Masa Kini?

bisnis
bisnis

Bisnis memang telah mengalami banyak perubahan selama satu dekade terakhir. Keberadaan teknologi telah memicu perubahan cara pengusaha menjalankan bisnis dan perilaku para konsumen dalam mendapatkan barang atau jasa yang ia butuh.

Perubahan ini pula yang akhirnya memunculkan istilah bisnis online (daring) dan offline (luring). Lalu, apa yang sebenarnya membedakan keduanya? Pengamat ekonomi Dr. Aviliani S.E, M.Si memberikan insight cara menjalankan bisnis daring dan luring masa kini seperti dikutip Bazaar.

Ketahui Pola Konsumsi Generasi Muda (Milenial)

Saat ini 43% angkatan kerja produktif adalah generasi muda yang fasih digital. Dus, perencanaan bisnis harus ikut berubah, apalagi keberadaan internet turut mengubah pola konsumsi mereka. Karenanya, kamu perlu mengecek karakteristik konsumsi baru anak muda dan melihat pergerakan kebutuhan (demand) mereka.

Kenali Perbandingan belanja daring dan luring

Aviliani bilang, "Kecenderungan belanja konvensional dan online sudah mulai saling menyesuaikan. Beberapa produk punya kecenderungan konsumsi daring yang lebih besar dibanding konvensional, begitu pula sebaliknya".

Misalnya, pola konsumsi barang kelontong punya kecenderungan belanja konvensional 70% dibanding daring sebesar 23%.

Cerdik Sikapi Platform Daring

Kehadiran bisnis daring perlu disikapi dengan wajar, sebab volume sektor daring masih terbilang kecil, yaitu 2%. Aviliani bilang, daring dan luring harus saling mendampingi, tanpa memosisikannya ke dalam kategori yang saling bertentangan.

Kiat Berbisnis di Zaman Modern

Saat ini, bisnis ritel konvensional sudah mulai berbenah dan masuk ke dalam dua saluran. Paduan saluran belanja daring dan luring diharapkan mampu merangsang pertumbuhan penjualan yang lebih baik dibanding hanya mengandalkan satu saluran saja.

Bangun Koneksi Antara Daring dan Luring

Kedua platform tersebut tak seharusnya dianggap sebagai poros yang berlawanan sebab dapat membawa pebisnis ke dalam kerugian. Tingkat persaingan yang makin tinggi seperti saat ini seharusnya menjadi kesempatan untuk melakukan kolaborasi.