Meyakinkan Diri Bahwa Entrepeneur adalah Jalan Hidupmu

Jalan Pengusaha
Jalan Pengusaha

Salah satu karakter generasi milenial dalam bekerja adalah cepat bosan, tidak gampang diatur dan mencari hasil yang instan. Penelitian yang dilakukan oleh sebuah lembaga pengembangan bisnis kecil dan menengah, American SBDC, juga menyebut 49% generasi milenial di AS menyebut ingin mengelola bisnis sendiri.

Apakah membuka bisnis sendiri selalu lebih baik dibandingkan dengan menjadi karyawan di sebuah perusahaan besar misalnya? Belum tentu, karena menurut survei yang sama, 50-90% usaha rintisan jatuh dalam lima tahun.

Jadi, bagaimana sebaiknya? Kapan kamu merasa yakin dan mantap bahwa menjadi pengusaha adalah jalan karier terbaikmu? Berikut beberapa langkah yang dilakukan pengusaha besar seperti dikutip CNBC:

Mimpi

Apakah hal itu terdengar standar? Kapan kamu yakin bahwa kamu akan menjadi seperti Elon Musk atau Bill Gates di masa mendatang?

"Membangun bisnis tidak cukup hanya dengan keinginan dan hobi. Sebagai founder, aku merasakan berbagai pengalaman jatuh bangun membangun bisnis," kata Guliillaume Castagne yang telah membuka sebuah firma konsultan manajemen sukses di Paris. Sebelumnya, dia pernah bekerja di perusahan rintisan Lazada.

Xinyan Wang memiliki darah pengusaha dalam dirinya. Ayahnya seorang pengusaha sukses dan dia tumbuh besar dengan melihat semua itu. "Aku selalu mengatakan akan menjadi pengusaha suatu hari nanti," katanya dikutip CNBC.

Katalis

Ada katalis yang menghubungkan mimpi menjadi nyata. Fang melihat katalis tersebut ketika dia sedang melakukan perjalanan di Israel.

"Seseorang mengatakan kepadamu bahwa satu-satunya kegagalan adalah berani mencoba. Saat itu, aku tahu sudah siap (dengan semua risiko bisnis)," katanya.

Seorang pengusaha yang telah jatuh bangun membesarkan bisnis Castagne memiliki kisah lain. "Aku memulai perusahaan melalui Vaniday. Itu seperti markeplace kecantikan di Asia Tenggara. Bisnis itu memberikan kepercayaan diriku untuk memulai semuanya sendiri," katanya.

Dukungan

Mengapa dukungan dan sebuah mentor itu penting? Karena hal tersebut akan menjadi akselerator dalam mengembangkan bisnis. Bagaimana cara menentukan mentor bisnis yang sesuai? Perhatikan tiga kriteria.

The Spike. Seseorang yang seperti paku sehingga dia memiliki mental atau personaliti yang kuat.

Inner Drive. Seseorang yang berani mencoba segala sesuatunya sendiri dan memiliki kemampuan untuk memotivasi dirinya sendiri maupun orang lain.

Tenacity. Sebuah cara pandang untuk selalu maju dan mencoba berbagai hal baru dan menantang.

"Cari seseorang yang menyelesaikan masalah. Pastikan juga bahwa dia adalah seseorang yang mengerti tipe dan karakter konsumen sehingga memberikan banyak arti bagi bisnismu," pungkas Wang.