Pesan Pendiri Alibaba Agar Bisnis Langgeng

Jack Ma di Bali
Jack Ma di Bali

Bisnis yang bisa bertahan lama tentu menjadi harapan banyak pengusaha. Memang tidak ada rumus pasti mendapatkan bisnis yang langgeng, namun kamu bisa belajar dari pengusaha sukses lain.

Di ajang International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Bali Oktober lalu, pendiri Alibaba Jack Ma berbicara mengenai Disrupting Development: Digital Platform Sand Innovation.

Jack, berbicara soal kewirausahaan dan perkembangan digital. “Jangan kira kamu akan sukses terus di tahun-tahun berikutnya. Kamu harus bersiap-siap untuk 10 tahun yang akan datang,” kata Jack dikutip Tempo.co.

Jack pun berpesan, ada hal yang bisa kamu lakukan untuk memastikan bisnis langgeng.

Jangan Menunggu Konsumen Siap

Seringkali, kata mantan guru Bahasa Inggris itu, pengusaha ragu pada ide yang ia miliki karena menganggap konsumen belum siap. "Namun, bila kamu menunggu semuanya siap, kamu tidak akan memiliki nilai," katanya dikutip CNBC.

Saat mendirikan Alibaba pada 1999, Jack tahu masih sangat sedikit orang tahu internet. Namun, Jack tidak menunda mendirikan Alibaba. Sekarang, perusahaan e-dagang itu menjadi salah satu terbesar di dunia.

Hidup Tak Selalu Mudah

Seorang pengusaha tidak akan mudah menyerah dengan penolakan. Justru, kata dia, penolakan harus menjadi pelajaran. Penolakan akan mengajarkan untuk tidak takut sehingga hidup akan dipenuhi optimisme, terutama di masa sulit.

Di awal membangun karier, Jack pernah ditolak kerja hingga puluhan kali. Namun, dia tidak pernah menyerah dan justru mengubah pola pikirnya.

"Sebagai tenaga penjual, tugasmu tentu berjualan. Kamu percaya bisa menjual pada 10 konsumen. Namun ingat, ada kemungkinan pula mereka tidak membeli. Karenanya, kamu harus tetap bisa bersyukur meski hanya berhasil menjual satu. Ubah pola pikirmu," pesannya.

Jangan Belajar untuk Menjadi Sukses

Meski berhasil membawa Alibaba menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia, Jack tak pernah menganggap dirinya sebagai pengusaha sukses.

"Kami tidak akan pernah mengajarkan orang lain cara menjadi sukses. Universitas Harvard atau Yale adalah tempat yang cocok untuk itu. Bila orang belajar terlalu banyak tentang kisah sukses orang lain, dia akan menganggap sukses itu mudah," sebut dia.

Karena itu, Jack enggan bicara mengenai kisah suksesnya. Dia lebih senang membagi cerita dan pelajaran mengenai kehidupan. Pelajaran penting apa yang membuat orang tertantang untuk bertahan dan berusaha dengan lebih baik.

"Kami lebih suka berbicara dengan orang lain mengenai kesalahan yang kami perbuat. Dari situ, kami belajar bahwa kegagalan telah membawa kami pada perubahan dan kemajuan," pungkasnya.