Sebelum Ambil Risiko, Intip Dulu Cara Duo Miliuner Ini

Ilustrasi
Ilustrasi

Tidak ada orang sukses yang tidak mengambil risiko. Hampir semua orang terkaya di dunia mempertaruhkan hidupnya dengan membuat keputusan berani penuh risiko.

Bill Gates dan Warren Buffett pun melakukannya. Bahkan, orang terkaya di dunia ke-2 dan ke-3 itu melakukannya berkali-kali.

Bill Gates, misalnya, berjudi dengan masa depannya ketika ia memutuskan keluar dari Harvard University pada 1975 dan membangun Microsoft. Saat di puncak karier, tiba-tiba Gates memutuskan keluar dari perusahaan yang ia bangun. Ia memilih bekerja penuh waktu di The Bill & Melinda Gates Foundation pada 2008.

Pendiri Microsoft ini juga kerap membagi-bagikan saham yang ia miliki di Microsoft. Saat ini, pendiri Microsoft itu hanya memiliki 1% saham perusahaan yang didirikan.

Tak berhenti sampai di situ, suami Melinda Gates pun melakukan aksi penuh risiko dengan menyumbang uang sebesar US$5,5 miliar untuk menghapus penyakit polio. Seperti kita ketahui, penyakit ini masih menjadi momok di dunia.

Perjudian penuh risiko yang diambil oleh Gates terbayar. Microsoft menjadi raksasa teknologi operating system dan peranti lunak lainnya. The Bill & Melinda Gates Foundation kini menjadi yayasan amal termasyhur di dunia. Penyakit pun kini pelan-pelan bisa ditekan dengan perkembangan vaksin polio berkat sumbangan Bill Gates.

Sama seperti Bill Gates, Warren Buffett pun beberapa kali mengambil risiko. Sejak umum 14 tahun, ia sudah mulai berinvestasi di pasar modal. Keputusannya berinvestasi sejak dini tentu penuh risiko. Namun, seperti pepatah high risk high return, keputusannya itu berbuah hasil dan ia kini menjadi orang terkaya ketiga di dunia berkat investasi di pasar modal.

Kok bisa ya Bill Gates dan Warren Buffet berani mengambil risiko? Bagaimana sih sebenarnya metode dan cara berpikir Bill Gates dan Warren Buffett sebelum mengambil risiko? Jawabannya ada di bawah ini.

Buat kalkulasi, analisis, dan permodelan

Sebelum mengambil keputusan, Bill Gates selalu membuat perhitungan dan mengalkulasi. “Aku menghabiskan banyak waktu untuk berpikir, menganalisis data, dan berdiskusi dengan para ahli sebelum mengambil keputusan,” kata Gates, seperti dikutip dari CNBC.

Yang terpenting, saat mengambil risiko, kamu harus berdasarkan model dan perhitungan. Jangan sesekali mengambil risiko hanya berdasarkan intuisi atau firasat.

Harus nyaman dengan ketidakpastian

Gates bilang, seberapa banyak kita menganalisis, itu takkan berarti bila kita tidak merasa nyaman dengan ketidakpastian. Jadi, kunci untuk berani mengambil risiko ini, menurut Gates, harus bisa merasa nyaman dengan ketidakpastian.

“Kita menghadapi masalah yang progresnya diukur bukan lagi tahunan, melainkan bisa dari dekade ke dekade. Tujuan akhir kamu tidak boleh berubah, tapi jalan menuju goal itu bisa disesuaikan,” imbuhnya.

Untuk bisa nyaman dengan ketidakpastian, Kata Gates, kamu harus terus belajar dan terbuka dengan strategi-strategi baru yang bisa mendekatkanmu dengan tujuan akhir.

“Pendekatan itu membantuku saat mengambil risiko, dari Microsoft hingga sekarang, termasuk polio,” ujarnya lagi.

Pilih keputusan yang punya dampak jangka panjang

Baik Bill Gates maupun Warren Buffet selalu mengambil risiko di proyek yang punya dampak jangka panjang. Mereka berdua tidak asal mengambil keputusan.

Warren Buffet, misalnya, sebelum membenamkan dana besar, ia selalu melihat apakah perusahaan targetnya punya keuntungan bagus secara jangka panjang. Jika iya, ia pun berani mengambil risiko.

Bill Gates juga sama. Ia melihat dulu apakah proyek yang akan dia pilih bakal memberikan perubahan dan membuat kehidupan generasi berikutnya lebih baik. Bila tidak, ia tidak segan untuk menolak proyek itu.

Gates sendiri mengakui mengambil keputusan berisiko ini penuh tekanan dan tidak mudah. Ia pun sempat menolak beberapa kesempatan hingga akhirnya ia berani bilang “iya”.

Hasilnya, kamu bisa lihat sendiri bagaimana sumbangsih Gates terhadap dunia. Baik lewat melalui Microsoft dan The Bill & Melinda Gates Foundation.

Pelajaran dari Bill Gates dan Warren Buffett ini penting sekali sebelum kamu membuat keputusan penuh risiko. Keputusan apa pun yang kamu ambil, usahakan itu menjadi satu dari sejuta pilihan yang membuatmu bisa berkembang dan sukses.