Strategi Besarkan Bisnis Ala Pendiri ShopBack

Bisnis ShopBack
Bisnis ShopBack

Membangun dan mengembangkan bisnis bukan perkara mudah. Kepintaran pengusaha seringkali tidak menjadi pemicu keberhasilan berbisnis. Keuletan dan pantang menyerah hadapi kegagalan lebih banyak berkontribusi pada kesuksesan bisnis.

Henry Chan dan lima co-founder lain ShopBack pun pernah mengalaminya. Valuasi e-dagang yang kini telah mencapai US$25 juta dalam dalam empat tahun itu juga sudah memiliki enam miliar pengguna di Asia Pasifik. Henry pun mengungkap kunci suksesnya.

Menemukan Ide Baru

Salah satu pendiri ShopBack, Shanru Lai, mengundurkan diri dari pekerjaan mapan dia di Zalora karena menemukan adanya proses yang tidak efisien di sana.

"Kita tahu e-commerce akan menjadi industri yang sangat berkembang. Namun, tidak ada satupun platform yang menawarkan konsumen pengalaman belanja sekaligus cashback," kata Shanru dikutip CNBC.

Karena menemukan ide tersebut, pada 2014, mereka kemudian membangun laman yang bisa membantu konsumen lebih berhemat. Di samping itu, laman e-commerce bisa meningkatkan penjualannya dan memangkas biaya retailer.

Belajar Proses Mengembangkan Bisnis

Awal mengembangkan bisnis, kata Shanru, mereka membuat flash sale di program black friday (hari belanja online nasional). Hasilnya, Shanru mendapati bahwa langkah itu tidak berhasil karena dilakukan dalam waktu yang terlalu singkat.

Kemudian, terjadi diskusi untuk membuat program diskon tiga bulan. Program itu juga gagal karena merchant menganggap program ini terlalu lama. Sebaliknya, konsumen ingin program diskon dilakukan sepanjang tahun.

Di sini, mereka kemudian menawarkan mekanisme cashback. Konsumen akan mendapat cashback 3%-6% dari transaksi yang ia lakukan. Kecil dan seolah tidak berarti banyak bila kamu membeli tiket pesawat terbang misalnya.

Namun, ternyata, merchant dan konsumen merasa dimudahkan dari sisi promosi. Model ini tumbuh cepat. "Waktu mulai, kami menemui banyak kegagalan dan kesulitan menemukan model bisnis yang paling tepat untuk ShopBack," tambahnya.

Terus Mengembangkan Diri

Meski kini menjadi perusahaan besar, ShopBack tak berhenti melakukan inovasi. Salah satu hasilnya adalah ShopMooalah yang memungkinkan konsumen mendapat respons secepat dan semudah mungkin.

Langkah ini dulu dilakukan Jeff Bezos ketika mengembangkan Amazon. "Kita terus uji keefektifan inovasi ini di berbagai macam langkah pengembangan. Kami juga terus memastikan apakah proses rebranding ShopBack bisa berjalan lancar," kata Henry.

Hasil tak pernah mengkhianati proses. ShopBack pun menjelma menjadi perusahaan besar di enam negara, termasuk Indonesia, Malaysia dan Filipina. Mereka memroses transaksi pembelian lebih dari US$45 juta per bulan.

Meski begitu, Henry mengaku terus belajar tiap hari. "Kegagalan adalah bagian perjalanan menuju kesuksesan. Ada orang yang beruntung di langkah pertama namun, hal terpenting adalah menemukan dan membangun tim yang berkualitas untuk menyelesaikan masalah dan bekerja sama," sarannya.